• November 29, 2025

Ngobras Kementan Bongkar Rahasia Sukses Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pangan

Ngobras Kementan Bongkar Rahasia Sukses Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pangan

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menggelar Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 41, Selasa (25/11/2025).

Dengan tema “Rahasia Sukses Budidaya Tanaman Pangan untuk Meningkatkan Produktivitas”, kegiatan ini berlangsung interaktif dan informatif. Acara disiarkan langsung melalui YouTube @pusluhtanri dan Zoom Meeting, serta diikuti penyuluh dan petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan budidaya tanaman pangan melalui penerapan inovasi, peningkatan efisiensi usaha tani, dan optimalisasi lahan produktif. Upaya ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, memperkuat ekonomi petani, serta membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam mempercepat adopsi inovasi.

“Penyuluh adalah jembatan antara teknologi dan petani. Dengan pendampingan yang tepat, manfaat inovasi dapat dirasakan lebih cepat,” ujar Santi.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gst. Made Ngr. Kuswandana menekankan bahwa penyuluh memiliki peran strategis dalam mendorong petani menerapkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas. Ia mengajak penyuluh untuk terus hadir, membimbing, dan memastikan setiap teknologi benar-benar memberikan dampak nyata bagi petani.

Narasumber Ngobras, Penyuluh Pertanian dari Kabupaten Mojokerto Abdul Mujid Efendi membagikan pengalaman suksesnya dalam membangun usaha budidaya tanaman pangan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bertumpu pada teknologi dan keterampilan, tetapi juga pada ketulusan niat, kejujuran, dan kedisiplinan.

Mujid mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan budidaya adalah bekerja dengan niat tulus dan ikhlas. Apa pun yang dilakukan dengan hati bersih, katanya, akan menghasilkan sesuatu yang baik.

“Sukses itu tidak mudah, tetapi dengan istiqomah, hasilnya akan kita dapatkan,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kerja keras dalam bertani bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga bagian dari amal ibadah. “Dalam setiap keputusan, libatkan Tuhan. Jangan sampai kita meninggalkan Tuhan dalam pekerjaan kita”, ucapnya.

Dari sisi teknis, narasumber menegaskan pentingnya belajar terus-menerus, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan varietas, pemupukan, pengendalian hama, hingga pascapanen. Budidaya padi, jagung, dan tebu juga harus menyesuaikan teknik dengan kondisi lahan. Selain itu, kecerdasan membaca pasar menjadi kunci agar hasil panen terserap optimal.

Menurutnya, keberhasilan pertanian merupakan kombinasi seimbang antara 50% teknis dan 50% nonteknis. Kemampuan bangkit dari kegagalan menjadi tanda kedewasaan dalam berusaha, terutama jika setiap langkah melibatkan peran Tuhan. “Ambisi itu baik, selama tidak merugikan orang lain,” ujarnya.

Ia juga membagikan pengalamannya mengelola 50 hektare lahan, 40 hektare tebu, 5 hektare jagung, dan 5 hektare padi. Berkat kejujuran, kecerdasan, dan konsistensi, berbagai perusahaan datang sendiri menawarkan kerja sama. Saat ini ia telah bermitra dengan sejumlah industri pengolahan padi, jagung, dan tebu di Jawa Timur.

Mujid menjelaskan bahwa pemasaran hasil panen di Jawa Timur relatif mudah karena banyaknya industri, peternakan, dan pabrik gula yang membutuhkan bahan baku. Selain mengelola usaha sendiri, ia juga membantu petani lain yang kesulitan menjual hasil panen, terutama saat panen raya. Seluruh transaksi dilakukan secara transparan, mulai dari harga beli hingga biaya transportasi.

Orientasi usaha tidak boleh hanya mengejar keuntungan, karena hal itu dapat membuat petani sekadar menjadi objek seperti praktik tengkulak. “Yang utama tetap kejujuran. Tanpa kejujuran, yang tersisa hanya ambisi,” tegasnya.

Di akhir sesi, ia kembali menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam bertani. Melibatkan Tuhan dalam setiap proses bukan hanya nilai spiritual, tetapi juga sumber kekuatan untuk bangkit dari kegagalan dan mencapai keberhasilan yang lebih besar. (HK/NF)

Berita Terkait

Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu Keluarga Pak Jafar di Baubau

Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu…

Baubau — Kasus penarikan kembali bantuan pangan yang dialami Pak Jafar dan…
Di Hadapan Ribuan Kepala Desa se-Sulsel, Mentan Amran Bicara Soal Kunci Sukses hingga Hilirisasi

Di Hadapan Ribuan Kepala Desa se-Sulsel, Mentan Amran…

Gowa — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan arahan penuh motivasi…
Gelar Khitanan Massal di Bali dan NTT : Pertegas  Komitmen BRI untuk Hadir dan Memberi Makna Bagi Indonesia

Gelar Khitanan Massal di Bali dan NTT :…

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke-130, Yayasan…