• November 29, 2025

Serunya Gelaran Wayang Cakruk, Edukasi Peternak Gunungkidul Soal PMK

Serunya Gelaran Wayang Cakruk, Edukasi Peternak Gunungkidul Soal PMK

Gunungkidul — Upaya meningkatkan kewaspadaan peternak terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) dilakukan melalui pendekatan budaya masyarakat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) PMK melalui pagelaran Wayang Kulit Cakruk di Tileng, Girisubo, Gunungkidul, Jumat (28/11/2025).

Gelaran seni tradisional ini menjadi sarana edukasi bagi peternak mengenai bahaya PMK, pentingnya vaksinasi, serta langkah pencegahan yang harus dilakukan. Alur cerita yang ringan dan humor khas pedesaan dimanfaatkan untuk mengajak peternak mengenali gejala klinis PMK seperti demam, luka pada mulut dan kuku, serta air liur berlebihan—gejala yang sering luput disadari pada tahap awal.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen merangkul masyarakat, khususnya peternak, agar ternaknya tetap sehat dan produktif.

“Berbagai kebijakan kami dorong, mulai dari tali asih bagi peternak yang mengalami kerugian akibat penyakit menular strategis, respon cepat pelaporan kasus, hingga layanan kesehatan hewan termasuk vaksinasi PMK. Kami ingin memastikan peternak tidak berjalan sendiri,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Nur Saptahidhayat menambahkan bahwa keberhasilan pengendalian PMK sangat ditentukan oleh dua hal utama: vaksinasi dan biosekuriti. Ia menekankan pentingnya praktik sederhana seperti disinfeksi kandang, pembatasan lalu lintas hewan, serta pemantauan kesehatan berkala untuk mencegah penularan.

“Upaya ini harus dilakukan bersama-sama agar risiko penyebaran bisa ditekan,” ujarnya.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof Ali Agus yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa edukasi yang efektif harus bisa menjangkau dan dipahami oleh pemilik ternak. Menurutnya, pendekatan budaya seperti Wayang Cakruk menjadi sarana yang tepat untuk membangun kesadaran bersama.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang dinilai mampu mengharmonikan aspek sosio-ekonomi, budaya masyarakat, dan teknis kesehatan hewan.

“Pendekatan seperti ini diharapkan efektif dalam membangun kesadaran pengendalian penyakit. Kebijakan daerah yang memberikan perlindungan ekonomi bagi peternak adalah langkah strategis untuk meminimalkan kerugian akibat penyakit menular,” katanya.

Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa PMK tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan, tetapi juga berpengaruh pada produktivitas dan ekonomi peternak, sehingga percepatan vaksinasi sangat penting.

“Vaksin adalah langkah paling efektif untuk membangun kekebalan ternak dan mencegah penularan. Kesadaran peternak menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian PMK di lapangan,” katanya.

Kegiatan Wayang Cakruk ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain sebagai hiburan, pertunjukan tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan kesehatan hewan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan menyenangkan. Pemerintah berharap pendekatan serupa dapat mempercepat peningkatan cakupan vaksinasi PMK di Gunungkidul maupun wilayah lainnya. (*)

Berita Terkait

Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu Keluarga Pak Jafar di Baubau

Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu…

Baubau — Kasus penarikan kembali bantuan pangan yang dialami Pak Jafar dan…
Di Hadapan Ribuan Kepala Desa se-Sulsel, Mentan Amran Bicara Soal Kunci Sukses hingga Hilirisasi

Di Hadapan Ribuan Kepala Desa se-Sulsel, Mentan Amran…

Gowa — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan arahan penuh motivasi…
Gelar Khitanan Massal di Bali dan NTT : Pertegas  Komitmen BRI untuk Hadir dan Memberi Makna Bagi Indonesia

Gelar Khitanan Massal di Bali dan NTT :…

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke-130, Yayasan…