- November 29, 2025
Kementan Perkuat Modernisasi Pertanian Melalui Workshop Nasional
YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk menguatkan inisiatif Brigade Pangan. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Swasembada Pangan Nasional, Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan National Workshop Through Modern Agriculture di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa hingga Jumat (25-28/11).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kapasitas petani muda, memperluas jejaring kemitraan, dan mendorong percepatan tercapainya swasembada pangan berkelanjutan melalui modernisasi pertanian di Indonesia. Di tengah perkembangan era digital dan meningkatnya tantangan ketahanan pangan global, modernisasi sektor pertanian menjadi langkah strategis guna meningkatkan produktivitas, menumbuhkan inovasi, serta memperkuat proses regenerasi petani muda. Melalui kegiatan yang menghadirkan 100 petani muda tersebut, Program YESS, yang telah berjalan hampir lima tahun sebagai kolaborasi strategis antara Kementerian Pertanian dengan IFAD, terus menunjukkan kontribusinya dalam memberdayakan ratusan ribu pemuda di empat Provinsi sasaran, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Sebagai penguatan atas komitmennya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berulang kali menegaskan bahwa generasi muda memegang peran kunci dalam keberhasilan modernisasi pertanian melalui Brigade Pangan. “Brigade Pangan merupakan garda terdepan dalam mewujudkan pertanian modern yang berorientasi pada bisnis dan teknologi, dan dikelola langsung oleh para pemuda,” ujarnya.
Sejalan dengan penguatan posisi petani muda sebagai motor penggerak sektor pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), turut menyoroti pentingnya kontribusi generasi muda tani Indonesia dalam upaya mencapai swasembada pangan pada sambutan pembukaannya.
“Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan pangan global, Kementan berhasil menjaga bahkan meningkatkan produksi beras nasional yang juga mendapatkan pengakuan lembaga dunia. Langkah cepat dan kebijakan revolusioner kini membawa Indonesia berada di ambang swasembada beras, dengan capaian produksi tertinggi dalam tujuh tahun terakhir,” ujarnya.
Workshop yang dilakukan selama empat hari ini, dibuka oleh Kepala BPPSDMP yang didampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Programme Officer IFAD Country Office, Ketua LPPM Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Project Manager YESS Nasional, serta Project Manager YESS tingkat provinsi.
Rangkaian pembukaan pada hari pertama diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh Sekretaris LPPM, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi yang mengulas bagaimana pertanian modern dapat berjalan seiring dengan penguatan Brigade Pangan yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Pertanian.
Selanjutnya, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Pembiayaan Pertanian juga menekankan pentingnya pembangunan kapasitas pelaku usaha tani, “Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan serta pengetahuan petani dan pekerja, merupakan salah satu strategi penting dalam pengembangan bisnis pertanian modern,” ujarnya.
Wawasan peserta pada hari pertama workshop semakin diperkaya melalui materi yang disampaikan oleh Koordinator Perencanaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri di Direktorat PHLN Bappenas, serta ungkapan pengalaman dari Manajer Brigade Pangan unggulan dari Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan dari Research Coordinator Smart Agriculture Research Center UGM, Ketua Program Studi S1 Agroteknologi, Guru Besar Ilmu Pembangunan Pertanian UNS, serta Ketua Umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan. Para narasumber memberikan pandangan strategis mengenai bagaimana smart farming diterapkan di lapangan secara berkelanjutan, mulai dari optimalisasi lahan dan pengelolaan budidaya, hingga penciptaan peluang wirausaha agribisnis modern yang didukung oleh inovasi pemasaran digital.
Dalam rangkaian workshop ini dilakukan penyerahan buku secara simbolis oleh Kepala BPPSDMP kepada perwakilan District Implementation Team (DIT), penerima manfaat Program YESS, dan perwakilan Brigade Pangan. Selanjutnya, Project Manager Program YESS Nasional, turut memaparkan capaian program serta dukungannya terhadap swasembada pangan. “Program YESS mengalokasikan Rp125 miliar untuk pengadaan alsintan guna memperkuat Brigade Pangan,” ungkapnya.
Untuk memberikan pengalaman langsung mengenai implementasi teknologi pertanian modern, para peserta workshop melakukan kunjungan lapang ke fasilitas Bayer Juara di Klaten, Jawa Tengah. Salah satu peserta workshop menyampaikan antusiasmenya, “Saya merasa sesi ini sangat bermanfaat dan sangat terkesan melihat drone pertanian untuk pertama kalinya. Semoga ke depan kunjungan seperti ini semakin sering dilakukan.” Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai langkah konkret yang akan dilakukan para peserta setelah kembali ke daerah asalnya masing-masing.
Secara keseluruhan, workshop nasional ini tidak hanya memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas petani muda, tetapi juga memperkuat sinergi lintas lembaga dalam mendukung penguatan Brigade Pangan dan percepatan swasembada pangan.