• September 10, 2025

MENGISI KEMERDEKAAN

MENGISI KEMERDEKAAN

Oleh: Dr. H. Ade Mujhiyat
(Pegawai Negeri Silpil di Kementerian Pertanian RI)

Sebulan lalu kita baru saja memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 80. Dengan segala ekspresi rasa syukur dan kegemberiaan luar biasa. Ini menunjukan, betapa nikmatnya kita merasakan kemerdekaan. Sebagai rakyat dan warga negara Indonesia.

Para pendiri bangsa Indonesia menegaskan, bahwa kemerdekaan yang kita raih dan rasakan saat ini adalah “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa”. Ini berarti, bahwa ada campur tangan dan kekuasaan Allah SWT, yang membimbing dan menolong perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dalam merebut kemerdekaan.

Dalam QS. Al-Anfal ayat 10 Allah SWT menegaskan,

وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَىِٕنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌࣖ ۝١٠

“Allah tidak menjadikannya (bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS Al-Anfal: 10)

Ayat ini menjelaskan bahwa perjuangan rakyat dan para pahlawan melawan dan mengusir penjajah, dari tanah air bumi pertiwi Indonesia. Dengan berkorban jiwa, raga, harta, serta tetesan keringat, darah dan air mata. Semuanya tidak lepas dari pertolongan Allah SWT.

Kita tidak boleh merasa, bahwa kemerdekaan ini hanyalah hasil dari kekuatan dan perjuangan manusia semata. Sebab tanpa izin dan rahmat Allah, tak akan pernah ada kemenangan dan kemerdekaan. Maka, jangan sampai kita melupakan Allah dalam menikmati kemerdekaan ini.

Mengisi Kemerdekaan

Nikmat kemerdekaan telah kita rasakan saat ini. Tetapi Bung Hatta mengingatkan, bahwa “Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.” Bung Hatta juga berpesan, “kita boleh merdeka secara fisik, tapi kita masih perlu usaha keras buat mewujudkan manusia bermental baja, guna meraih cita-cita bangsa.” Maka, tugas kita ke depan adalah bagaimana mengisi kemerdekaan dengan berkontribusi dan memberikan karya nyata dalam pembangunan.

Dalam konteks pembangunan pertanian, kita harus terus berupaya bekerja nyata untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Menyediakan pangan untuk seluruh rakyat Indonesia. Bahkan juga bisa menyumbangkan pangan untuk kemanusiaan dan dunia internasional. Menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Pemerintah Indonesia pun begitu peduli terhadap Negara Palestina, dengan menyumbangkan pangan sebanyak 10.000 ton beras pada Juli 2025 dan 800 ton pangan serta obat-obatan melalui jalur udara pada 17 Agustus 2025. Sejatinya, upaya menyediakan pangan ini adalah upaya memerdekakan manusia dari kelaparan.

Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan transformasi di sektor pertanian, melalui berbagai langkah kebijakan. Sektor pertanian pun mengalami pertumbuhan sangat signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan tajam dalam produksi padi. Hingga September 2025, produksi beras nasional diproyeksi surplus mencapai 4,86 juta ton. Stok beras di Perum Bulog pun tembus 4,2 juta ton. Angka ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) naik hingga 122 persen, melampaui target pemerintah. Sektor pertanian pun mencetak rekor, menyumbang 13, 83 persen terhadap PDB nasional. Inilah makna kemerdekaan yang nyata dirasakan. Kemerdekaan yang membahagiakan dan memakmurkan serta mensejahterakan.

Al-Qur’an menjelaskan, bahwa Allah SWT menjadikan bumi ini sebagai lahan untuk bercocok tanam bagi manusia. Sehingga tumbuh berbagai macam buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, dan bahan pangan lainya, yang mengandung nilai gizi tinggi dan bisa dikonsumsi untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Dalam QS. Ar-Rahman ayat 10-13, Allah berfirman:

وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ . فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ . وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ . فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya). Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 10-13)

Allah SWT juga menegaskan dalam surat Al-Anam: 99:

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا
“Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak.” (QS.Al-Anam:99)

Ayat ini menjelaskan bahwa proses pertanian menjadi salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Seandainya tidak ada proses pertanian, maka keberlangsungan hidup ini akan berhenti. Profesi bertani menjadi ujung tonggak penyangga kebutuhan pangan manusia. Imam an-Nawawi berpendapat, bahwa pekerjaan bertani diposisikan terhormat, karena memberikan manfaat yang sangat banyak bagi kelangsungan hidup manusia. Maka teruslah bersemangat bekerja nyata membangun sektor pertanian, mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Beramal Positif

Yang penting kita sadari juga adalah bahwa sebagai orang beriman yang mecintai negeri ini, tentu menjadi tanggung jawab kita untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai amal dan kegiatan positif yang berkualitas. Kemerdekaan bukan hanya bebas lepas dari penjajahan, tetapi justru bagaimana menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan konstitusi dan syariat Islam. Bahkan dalam ajaran agama Islam, kita harus merdeka dari kekufuran, kegelapan dan kebodohan, menuju cahaya dan kejernihan iman serta totalitas keislaman. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 41:

اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kemantapan (hidup) di bumi, mereka menegakkan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.” (QS Al-Hajj: 41).

Ayat ini memberikan gambaran tentang masyarakat merdeka yang bersyukur, yaitu: mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menegakkan keadilan dan menebar rahmat. Sebagai wujud pengejawantahan keimanan, ketakwaan dan totalitas keislaman.

Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, amal saleh, akhlak mulia, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai pemimpin (khalifah) di muka bumi. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, adalah amanah dari Allah SWT dan warisan dari para syuhada pejuang terdahulu.

Mari kita syukuri nikmat kemerdekaan ini, dengan menjadi warga negara yang baik dan taat hukum, menjaga persatuan dan kerukunan umat, menjadi teladan dalam akhlak, kejujuran, dan kerja keras, mendidik anak-anak kita dengan nilai-nilai Islami dan nasionalisme, serta ikut berkontribusi sekuat tenaga, jiwa, raga dan pikiran, dalam membangun negeri yang kita cintai ini. Dengan amal shaleh, ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Kita harus bangun dan jadikan negeri ini menuju kemajuan peradaban, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negeri yang aman, damai, adil, sejahtera dan diberkahi Allah SWT. Insya Allah…

Berita Terkait

Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan Diusut Tuntas

Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah cepat dan…
Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Bukti Nyata Sektor Pangan Semakin Kuat

Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Bukti…

Jakarta, — Peran strategis sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional…
Kementerian Dukung Percepatan Klaim AUTP di Lamongan, Tegaskan Perlindungan Petani untuk Jaga Produksi

Kementerian Dukung Percepatan Klaim AUTP di Lamongan, Tegaskan…

JAKARTA, Kementerian Pertanian mengapresiasi percepatan verifikasi dan pencairan klaim Asuransi Usaha Tani…