- April 17, 2026
Kementan Dukung Jateng Tancap Gas Investasi Susu, Peluang Peternak Kian Terbuka
Semarang – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat investasi peternakan sapi perah untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak. Investasi ini menjadi salah satu pengembangan mega farm sapi perah terintegrasi di Indonesia yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan susu dalam negeri.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong swasembada pangan, khususnya komoditas susu.
“Dengan adanya investasi pengembangan sapi perah oleh PT. Global Dairi Bersama diharapkan membawa dampak positif antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara sosial di wilayah Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah,” kata Agung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026).
Menurut Agung, pemerintah tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga memastikan dukungan konkret bagi peternak melalui fasilitasi pembiayaan, penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur, serta jaminan penyerapan hasil produksi.
Berdasarkan data pemerintah, kebutuhan susu nasional diperkirakan mencapai 8,5 juta ton pada 2029, sementara produksi dalam negeri masih belum mencukupi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan skala usaha dan produktivitas.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui investasi PT Global Dairi Bersama di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan rencana pengembangan populasi hingga 30,000 ekor sapi perah dan kapasitas produksi hingga 180.000 ton susu per tahun.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi dalam mendukung percepatan investasi tersebut.
“Sebagai Gubernur, saya menyatakan komitmen penuh untuk mendukung investasi ini. Kepada Bupati Brebes dan jajaran, saya minta untuk memberikan dukungan maksimal agar Brebes menjadi kabupaten yang semakin berdaya saing. Kita harus bergerak cepat, jangan terlalu lama dalam proses,” kata Gubernur Luthfi.
Ia juga mendorong percepatan implementasi di lapangan agar manfaatnya segera dirasakan.
“Saya mendorong agar proses dapat segera dimulai, target produksi bisa tercapai paling lambat tahun 2027, dan jika memungkinkan, groundbreaking atau grand opening dapat dilakukan pada bulan Mei,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investasi yang masuk ke wilayahnya dan menekankan dampak strategis bagi daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Brebes, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Global Dairi Bersama dan seluruh pihak yang terlibat, atas kepercayaan memilih Kabupaten Brebes sebagai lokasi investasi,” ujar Bupati Paramitha.
Menurut Paramitha, investasi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Investasi ini tentu menjadi peluang besar bagi masyarakat Brebes, terutama dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menyampaikan bahwa investasi ini dirancang sebagai kawasan peternakan sapi perah terintegrasi yang tidak hanya berorientasi produksi, tetapi juga pemberdayaan peternak dan keberlanjutan lingkungan.
“Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan dukungan lahan sekitar 710 hektare dan kapasitas produksi hingga 180 ribu ton per tahun. Investasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan produksi susu di Jawa Tengah hingga dua kali lipat serta memperkuat kemitraan dengan peternak dalam ekosistem industri susu nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aspek keberlanjutan menjadi bagian penting dalam investasi ini, termasuk pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik serta penguatan ekonomi sirkular di wilayah pedesaan.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem peternakan, investasi mega farm ini tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas di sektor hulu dan hilir.
Pengembangan hijauan pakan ternak hingga sekitar 2.000 hektare per tahun diproyeksikan mampu memberdayakan sekitar 5.000 petani di Brebes dan wilayah penyangga. Selain itu, program penggemukan pejantan sapi perah sekitar 7.000 ekor per tahun turut membuka peluang kemitraan bagi sekitar 8.000 peternak di Brebes dan kabupaten sekitarnya.
Pemerintah menegaskan bahwa percepatan investasi ini merupakan bagian dari program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang melibatkan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem peternakan secara menyeluruh.
Dengan langkah tersebut, peternak tidak hanya memperoleh peluang peningkatan produksi, tetapi juga kepastian usaha dan pasar, seiring kehadiran negara dalam mengawal investasi dan kebijakan di subsektor peternakan. (*)