- Agustus 9, 2025
Panen Raya Padi Varietas MR 219 di Kabupaten Kapuas, Bukti Sinergi Kementan dan Pemprov Kalimantan Tengah Menuju Swasembada Pangan Nasional
KAPUAS – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) menghadiri panen raya padi varietas MR 219 di Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Sabtu (9/8/2025).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ikut menanggapi atas capaian produksi di Kapuas dan menyebut bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak.
Capaian produksi beras ini adalah hasil kerja bersama dan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. “Kami ingin memastikan petani mendapatkan dukungan maksimal dan negara hadir saat dibutuhkan,” ujarnya.
Di tempat lain, Kepala Badan PPSDM Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan petani untuk maju bersama dalam sektor pertanian. Dengan adanya panen raya ini para penyuluh pertanian agar lebih berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman padi guna mencapai swasembada pangan.
Acara panen raya dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, jajaran Forkopimda, Kapolda Kalteng, Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, para penyuluh pertanian, serta perwakilan petani dan kelompok tani setempat.
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno melaporkan bahwa panen varietas MR 219 mampu menghasilkan 6,75 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, dengan tingkat gabah kering giling (GKG) 85 persen atau setara 5,74 ton per hektare, dengan ubinan sebesar 4,22 kilogram dari 100 rumpun dan rata-rata 10 hingga15 anakan per rumpun.
Di Kecamatan Tamban Catur terdapat 339 hektare tanaman padi yang siap panen, sebagai bagian dari total luas tanam di kecamatan tersebut yang mencapai 4.954 hektare. Dengan perkiraan produksi sebesar 15.460 ton GKG atau setara 10.049 ton beras.
Kabupaten Kapuas adalah salah satu lokasi yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat dan diharapkan dapat berkontribusi nyata terhadap pencapaian target swasembada pangan nasional. Potensi lahan kita masih sangat luas, melalui kerja sama yang baik kita bisa mewujudkannya, ucapnya.
Berdasarkan data ATR/BPN, Kabupaten Kapuas memiliki luas lahan baku sawah 45.012 hektare, dengan target tanam tahun 2025 sebesar 80.000 hektare, yang hingga awal Agustus telah terealisasi 62.377,4 hektare atau 78 persen dari target. Dukungan pemerintah pusat melalui bantuan 25 unit combine harvester dan 10 unit rotavator telah didistribusikan untuk membantu petani, Brigade Pangan, dan kelompok tani dalam mempercepat proses panen dan pengolahan lahan, tambah Wiyatno.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan pentingnya kehadiran langsung para pemimpin di lapangan sebagai bentuk dukungan nyata untuk petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan. Ia menekankan komitmen Pemerintah Provinsi dalam membangun infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan sarana distribusi hasil pertanian, serta penguatan kecamatan yang berpotensi menjadi lumbung pangan.
Puncak acara diwarnai dengan panen simbolis oleh Gubernur, Bupati, Kapolda, perwakilan Kementan, penyuluh, dan petani, dilanjutkan dengan dialog interaktif membahas keberhasilan varietas MR 219 serta strategi meningkatkan produktivitas. Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan pertanian dan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan.
Dengan capaian ini, Kabupaten Kapuas semakin mempertegas perannya sebagai salah satu penyangga utama pasokan beras di Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia swasembada pangan. (FB/NF)