• Januari 20, 2024

Awal Tahun 2024, Kementan Paparkan Program Andalan Lewat MSPP

Awal Tahun 2024, Kementan Paparkan Program Andalan Lewat MSPP

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah menghadapi tantangan pangan yang bersifat multidimensi. Kementan terus berupaya menjaga ketersediaan, akses dan konsumsi pangan hingga nilai tambah serta daya saing industri sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis Indonesia bisa kembali swasembada pangan pada dua hingga tiga tahun ke depan.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar swasembada pangan bisa tercapai diantaranya dengan meningkatkan produksi dalam negeri.

Mentan mengungkapkan bahwa pihaknya akan fokus dalam memperkuat produksi berbagai komoditas strategis dalam satu tahun ke depan.

“Saya optimistis target tersebut dapat tercapai seperti yang pernah dilakukan Indonesia pada 2017 dan 2021 lalu”, ujarnya.

Amran menambahkan bahwa untuk menekan angka impor beras, untuk sementara Indonesia tahun ini berencana mendatangkan sebanyak 3,5 juta ton beras. .

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa saat ini ada beberapa bahan pangan yang masih impor. Namun pemerintah terus memikirkan agar Indonesia mampu menyediakan pangan sendiri dan memanfaatkan pangan lokal.

Kalau ditanya bagaimana suport BPPSDMP terhadap ketahanan, tentu kita support dari SDM nya. SDM pertanian itu ya petani, praktisi pertanian dan penyuluh pertanian, jelas Kabadan Dedi.

Kita genjot agar mereka terus berproduksi dan penyuluh harus tetap turun ke lapang, ke sawah dan ladang untuk mendampingi petani tingkatkan produksi. “Karena produksi tidak boleh delay, tidak boleh tertahan apalagi terlambat”, tegasnya.

Sementara itu pada acara Mentan Sapa Petani dan penyuluh (MSPP) volume 03, Jumat (19/01/2024) di AOR BPPSDMP, menghadirkan narasumber Kepala Substansi Perencanaan, Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Siti Haryati yang menjelaskan tentang tiga program tanaman pangan. Diantaranya adalah Program Ketersediaan Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas, Program Nilai Tambah dan Daya Saing serta Program Dukungan Manajemen, dengan kegiatan utamanya adalah peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai serta diversifikasi pangan lokal.

Selain itu juga ada penguatan sistem dan manajemen penyediaan benih tanaman pangan, pengamanan produksi melalui pengendalian OPT dan penanganan kekeringan banjir serta pasca panen, hilirisasi dan pengolahan hasil, jelas Siti.

Siti juga memaparkan tentang kondisi pangan dunia dan Indonesia saat ini, dimana ada 10 negara kelaparan serius dan sebanyak 735 juta penduduk dunia kelaparan. Sedangkan di Indonesia sekitar 7-16% masih rentan kelaparan. Bahkan beberapa negara eskportir beras mulai menstop ekspor, diantaranya India, Rusia, Bangladesh, Pakistan dan Kamboja. Untuk stok Bulog tersedia 1,38 juta ton, sehingga Indonesia direkomendasi impor 3,5 juta ton beras, ungkap Siti.

Untuk mengatasi semua, maka dilakukan langkah-langkah strategis atau dikenal dengan 10 langkah Tanaman Pangan Presisi 2024 guna mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045 dan swasembada padi berkelanjutan. Program-program lainnya juga tengah digencarkan diantaranya Gerakan IP 400 atau setahun 4 kali panen dan Methuk Jempolan.

Terakhir, Siti menambahkan bahwa untuk fokus program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2024 adalah bantuan benih padi dan jagung, sarana produksi padi, alsintan pasca panen dan optimasi lahan rawa serta bantuan saprodi jagung. (HV/NF)

Berita Terkait

Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan Diusut Tuntas

Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah cepat dan…
Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Bukti Nyata Sektor Pangan Semakin Kuat

Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Bukti…

Jakarta, — Peran strategis sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional…
Kementerian Dukung Percepatan Klaim AUTP di Lamongan, Tegaskan Perlindungan Petani untuk Jaga Produksi

Kementerian Dukung Percepatan Klaim AUTP di Lamongan, Tegaskan…

JAKARTA, Kementerian Pertanian mengapresiasi percepatan verifikasi dan pencairan klaim Asuransi Usaha Tani…