• Februari 15, 2023

Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Pemerintah Mendorong Pemulia Tanaman Ciptakan Varietas Yang Adaptif

Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Pemerintah Mendorong Pemulia Tanaman Ciptakan Varietas Yang Adaptif

Perubahan iklim dan bencana alam masih menjadi ancaman dunia. Pembangunan pertanian ke depan diproyeksikan harus tahan terhadap perubahan iklim dan rendah karbon. Ini senada dengan pesan yang selalu digaungkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengenai urgensi penanganan dampak perubahan iklim dan bencana.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan Mentan selalu mengingatkan upaya penanganan dampak perubahan iklim. “Masalah climate change dan pemanasan global membuat semuanya tidak baik-baik saja. Gunung es yang mencair di mana-mana membuat air laut naik ke permukaan. Intrusi air laut itu masuk sampai 40 km. Persoalan makanan menjadi serius untuk dipikirkan bersama,” ucapnya.

Dampak perubahan iklim yang begitu besar merupakan tantangan bagi sektor pertanian. Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat produksi tanaman sayuran termasuk cabai mengalami penurunan. Namun dengan pola produksi yang cukup baik, menjelang perayaan nataru beberapa waktu lalu pasokan masih terjaga dengan baik.

Penyesuaian dan pola tanam semaksimal mungkin, termasuk dalam penyediaan sarana dan prasarana pembiayaan dan berbagai keperluan untuk menunjang produksi wajib dilakukan

Peran aktif berbagai pihak diperlukan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim melalui upaya mitigasi dan adaptasi. Upaya antisipasi ditujukan untuk menyiapkan strategi mitigasi dan adaptasi.

Pengkajian dampak perubahan iklim telah dilakukan antara lain terhadap 1) sumber daya pertanian, seperti pola curah hujan dan musim (aspek klimatologis), sistem hidrologi dan sumber daya air (aspek hidrologis), serta keragaan dan penciutan luas lahan pertanian di sekitar pantai, 2) infrastruktur/sarana dan prasarana pertanian, terutama sistem irigasi dan waduk, 3) sistem produksi pertanian, terutama sistem usaha tani dan agribisnis, pola tanam, produktivitas, pergeseran jenis dan varietas dominan, produksi, serta 4) aspek sosial-ekonomi dan budaya. Berdasarkan kajian dampak tersebut telah dihasilkan berbagai teknologi mitigasi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), perbaikan aktivitas/praktek dan teknologi pertanian, serta teknologi adaptasi dengan melakukan penyesuaian dalam kegiatan dan teknologi pertanian. Teknologi mitigasi untuk mengurangi emisi GRK dari lahan pertanian antara lain adalah penggunaan varietas rendah emisi serta teknologi pengelolaan air dan lahan. Teknologi adaptasi bertujuan melakukan penyesuaian terhadap dampak dari perubahan iklim untuk mengurangi risiko kegagalan produksi pertanian. Teknologi adaptasi meliputi penyesuaian waktu tanam, penggunaan varietas unggul tahan kekeringan, rendaman, dan salinitas, serta pengembangan teknologi pengelolaan air.

Pemerintah saat ini terus mendorong produsen benih untuk terus mengembangkan varietas unggul yang tahan terhadap cuaca ekstrim seperti sekarang.

“Semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran dengan kualitas yang baik akan membuat petani terdorong untuk memproduksi sayuran dengan kualitas terbaik. Sehingga kebutuhan benih yang adaptif terhadap cuaca sangat dibutuhkan”. Hal tersebut disampaikan Inti Pertiwi Nashwari beberapa waktu lalu.

Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar mendorong peningkatan kebutuhan pangan. Di tengah tantangan keterbatasan lahan pertanian dan perubahan iklim, kemampuan menciptakan varietas tanaman unggul adalah salah satu kunci keberhasilan pemenuhan kebutuhan pangan.

“Pemulia hortikultura kiranya dapat terus berkreasi untuk menciptakan varietas yang lebih tangguh dalam menghadpai cuaca ekstrim seperti terjadi pada beberapa tahun terakhir ini ” ungkapnya.

Ditambahkan Inti , “Pemulia tanaman adalah kunci dalam menyediakan varietas unggul yang dapat menjadi pilar terwujudnya kedaulatan pangan sekaligus memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani”.

Terkait dengan kondisi cuaca yang kurang menguntungkan, “screen house” untuk melindungi tanaman dari penyakit selama cuaca buruk.dapat merupakan salah satu pilihan dalam berbudidaya.  Kehadiran Screen House ini setidaknya akan sangat membantu petani ditengah kondisi cuaca yang kurang menguntungkan saat ini untuk menjaga produksi tetap stabil.

Rimta Terra Rosa Br Pinem

Berita Terkait

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala Industri dengan Spanyol

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala…

  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama jajaran Eselon I Kementerian Pertanian…
Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

SPANYOL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi salah satu…
Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen House Almeria Spanyol

Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen…

SPANYOL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi Screen House…