- September 30, 2025
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung IPB University Tahun 2025
Workshop Perbaikan Kemasan Produk Pie Berbahan Dasar Tepung Pisang Untuk Meningkatkan Daya Jual dan Peningkatan Pendapatan Anggota Koperasi Mekar Sari, Di Desa Cinta Mekar, Kabupaten Subang
Sebagai rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung tahun 2025, dosen Sekolah Vokasi IPB University kembali menyelenggarakan workshop terkait kemasan produk di Koperasi Mekar Sari, Desa Cinta Mekar, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang. Kegiatan yang berlangsung pada 27 September 2025 ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas kemasan produk sebagai bagian dari strategi pemasaran. Selain itu, peserta memperoleh pengetahuan mengenai peran label pangan dalam memperkuat nilai jual serta bagaimana konsumen menilai daya tarik kemasan. Melalui pelatihan ini, diharapkan produk anggota koperasi menjadi lebih kompetitif dan mampu memberikan keuntungan ekonomi yang lebih baik.
Ketua Tim Pengabdian Dosen IPB University di Desa Cinta Mekar, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang, Ani Nuraeni, SPd., M.Pd mengatakan pelatihan kali ini merupakan pelatihan yang berkesinambungan dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Dosen Pulang Kampung yang telah dilakukan sejak tahun 2022. Kegiatan kali ini diadakan pada tanggal 27 September 2025, dan diikuti oleh anggota serta pengurus Koperasi Mekarsari. Peserta merupakan anggota dan pengurus Koperasi Mekarsari yang telah mengikuti serangkaian pelatihan pembuatan berbagai produk pangan berbahan baku tepung pisang nangka. Pelatihan ini dibuka oleh wakil dari Yayasan IBEKA (Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) dan dihadiri oleh ketua koperasi Mekar Sari yaitu Ibu Yuyun Yuningsih, di Gedung Madrasah. “Kami merasa sangat beruntung dengan kegiatan yang dapat berkelanjutan yang diadakan oleh tim dosen pulang kampung IPB University ini. Semoga dengan diberikannya wawasan tentang kemasan dan pentingnya pelabelan, Koperasi Mekar Sari khususnya, bisa lebih menguatkan unit usaha yang sudah dirintis, serta dapat memasarkan produknya sebagai buah tangan yang unik khas Subang,” kata Ibu Yuni.
Ketua tim, Ani Nuraeni, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 2022–2024 dengan fokus pada pengolahan berbagai produk berbahan dasar tepung pisang. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan melalui pelatihan penguatan kelembagaan koperasi serta strategi pemasaran. Pada tahap kali ini, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya desain kemasan dan label produk, termasuk bagaimana konsumen menilai daya tarik kemasan tersebut dalam meningkatkan nilai jual. Pelatihan ini bertujuan memotivasi peserta agar mampu memperbaiki kemasan dan label produknya sehingga lebih kompetitif, bernilai ekonomis, serta mendatangkan keuntungan lebih besar.
Workshop ini bertujuan untuk menginspirasi para anggota Koperasi Mekar Sari agar dapat membuat kemasan yang tepat bagi produk yang akan dipasarkannya. “Kami tidak hanya memberikan keterampilan secara teknis pembuatan produk, tetapi juga disampaikan cara pemilihan serta penggunaan kemasan yang sesuai untuk produk pangan yang baik, serta pelabelannya” yang disampaikan oleh narasumber, Dr Dwi Yuni Hastati, STP, DEA. Dengan demikian, peserta pelatihan tidak hanya diajarkan cara membuat olahan produk, tetapi juga diajarkan bagaimana cara pemilihan kemasan yang cocok agar produk dapat dipasarkan. Harapannya koperasi kelak bisa menjadikan produk berbahan dasar tepung pisang dengan kemasan yang unik, sehingga menjadi ciri khas Desa Cinta Mekar, dan dapat menjadi salah satu unit usaha yang sukses ujar Ketua Tim menutup keterangannya.
Dr. Veralianta br Sebayang, SP., M.Si., menekankan bahwa pengetahuan mengenai pentingnya kemasan produk sangat erat kaitannya dengan selera konsumen. Kemasan yang menarik mampu memengaruhi cara konsumen mengenali sekaligus menilai suatu produk, sehingga dapat mendorong keputusan untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu, pemahaman tentang preferensi konsumen terhadap kemasan menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Sementara itu, Faranita Ratih L., SH., MH., menjelaskan materi mengenai urgensi pencantuman label pada kemasan. Label yang jelas dan informatif akan menghindarkan produk dari kesan murahan maupun tuduhan sebagai produk tiruan, sehingga meningkatkan kepercayaan serta nilai jual produk.
Lebih lanjut, Ani Nuraeni, menyatakan bahwa ke depannya Tim Dospulkam IPB akan terus menjalin kemitraan strategis untuk mengimplementasikan berbagai program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan rasa kepedulian terhadap bahan pangan lokal yang ada dilingkungan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat dan inovasi berkelanjutan, Tim Dospulkam IPB berharap dapat menciptakan dampak positif yang signifikan dalam peningkatan pendapatan dan penguatan kelembagaan.
Dalam tanggapannya terhadap kegiatan Dospulkam, Ketua Koperasi Mekar Sari, Ibu Yuyun Yuningsih, menyampaikan apresiasi atas inisiatif diversifikasi produk pangan berbahan dasar tepung pisang. Ia menilai program ini sebagai langkah positif yang dapat meningkatkan pendapatan anggota koperasi sekaligus memberi nilai tambah pada bahan lokal. Yuyun menyampaikan penghargaan kepada Tim Dospulkam Sekolah Vokasi IPB 2025 beserta civitas akademika IPB University atas penyelenggaraan workshop dan pelatihan tersebut. Menurutnya, diversifikasi tepung pisang mampu memberi manfaat ekonomis bagi masyarakat. Ia berharap Dospulkam terus menghadirkan inovasi pengabdian masyarakat yang mendorong kemandirian serta memperkuat ketahanan pangan lokal.