• Maret 27, 2025

Kementan Percepat LTT untuk Capai Swasembada Pangan melalui E-Pusluh

Kementan Percepat LTT untuk Capai Swasembada Pangan melalui E-Pusluh

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) adalah langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mencapai swasembada pangan di Indonesia.

Dalam upaya ini, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi sangat vital dalam mendukung petani dan memastikan keberhasilan program LTT.

Mentan Amran menjelaskan bahwa para penyuluh memiliki posisi yang sangat penting dalam pendampingan petani, dengan tugas utama memberikan edukasi, bimbingan teknis, dan membantu petani dalam mengadopsi teknologi pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peran penyuluh, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimplementasikan sistem pelaporan berbasis teknologi melalui aplikasi E-Pusluh, yang memudahkan pemantauan dan pengawasan terhadap perkembangan LTT di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa keberhasilan program LTT sangat bergantung pada sinergi antara semua pihak yang terlibat di sektor pertanian, baik yang berada di tingkat pusat maupun daerah.

Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) telah menggelar rapat koordinasi pada 26 Maret 2025, guna membahas optimalisasi pelaporan, koordinasi, dan pendampingan teknis.

E-Pusluh, yang berbasis Android, menjadi salah satu instrumen utama dalam memantau perkembangan LTT.

Para penyuluh diwajibkan untuk menyampaikan laporan harian yang harus diterima maksimal pukul 13.00 WIB, sementara Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi laporan sebelum pukul 14.00 WIB.

Evaluasi capaian dilakukan setiap bulan oleh koordinator untuk meningkatkan akurasi dan efektivitas pelaporan.

Selain itu, para penyuluh juga bertugas mendampingi petani dalam hal identifikasi lokasi, luas tanam, serta pengelolaan sarana produksi seperti benih, pupuk, dan pengendalian hama.

Pemerintah juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan rawa dan program sawah baru sebagai strategi utama untuk meningkatkan produksi padi nasional.

Dengan adanya koordinasi yang intensif dan sistem pelaporan yang terintegrasi, Kementerian Pertanian berharap program LTT dapat berjalan secara optimal, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung tercapainya target swasembada pangan yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian untuk Jawab Krisis Global

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian…

Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan…
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol…

Sidoarjo, — Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas…
Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi…

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengajak lulusan Institut Teknologi…