- Maret 26, 2025
Kementan Tekankan Pentingnya Peran Penyuluh Pertanian dalam Mencapai Swasembada Pangan
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebagai bagian dari strategi untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan peran aktif penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.
Pemerintah telah mengupayakan berbagai langkah, antara lain membuka lahan sawah baru di daerah potensial, memanfaatkan cuaca yang mendukung, dan memastikan ketersediaan air serta benih padi yang cukup.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap bisa mempercepat pencapaian swasembada pangan yang awalnya diperkirakan akan tercapai dalam tiga tahun, namun kini diharapkan bisa tercapai dalam satu tahun.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan swasembada pangan, kolaborasi antara berbagai lembaga di tingkat pusat dan daerah sangat penting.
“Untuk mencapai swasembada pangan, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergandengan tangan dengan semua pihak,” jelas Idha.
Dalam upaya mendukung program ini, Kementan juga berharap percepatan LTT dapat meningkatkan produktivitas pertanian, yang pada gilirannya akan membuka peluang ekspor dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Pada acara Ngobrol Asyik Bersama Petani (Ngobras) Volume 11 yang berlangsung pada Selasa (25/03/2025), dengan tema “Mendorong Kinerja Penyuluh Pertanian Melalui Pelaporan LTT,” Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Purwanta, menekankan pentingnya peran penyuluh dalam mendampingi petani.
Menurutnya, penyuluh pertanian harus lebih proaktif dalam memberikan solusi kepada petani dan memastikan agar proses tanam berjalan sesuai rencana.
Purwanta juga menjelaskan bahwa pelaporan LTT yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dapat memberikan data yang lebih akurat, cepat, dan terintegrasi. Untuk itu, ia mendorong penyuluh agar memanfaatkan aplikasi e-Pusluh untuk melaporkan data secara real-time.
“Keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada dukungan semua pihak, dan penyuluh pertanian berperan sebagai garda terdepan di lapangan,” pungkas Purwanta.