• Agustus 31, 2024

Relawan Tidak Dibayar Bukan Karena Tak Berharga Melainkan Karena Tak Ternilai

Relawan Tidak Dibayar Bukan Karena Tak Berharga Melainkan Karena Tak Ternilai

*Bogor, Sabtu 31 Agustus 2024 –* Relawan merupakan orang yang melakukan kegiatan tak berbayar yang dilakukan secara individu maupun terorganisir. Meskipun demikian, relawan memiliki peran yang amat berharga. Dalam kegiatan Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB), relawan merupakan tulang punggung utama pelayanan terhadap masyarakat.

Demikian salah satu poin penting yang disampaikan fasilitator Agus Susilo JP dalam sesi “Pelatihan Dasar-dasar Volunteering dan Pengenalan ARM HA-IPB” pada Sabtu (31/8) melalui Zoom yang diikuti 42 peserta dari berbagai kelompok umur.

“Relawan tidak dibayar bukan karena mereka tidak berharga, sebaliknya justru karena mereka tak ternilai,” ujarnya, mengutip ucapan penulis Sherry Anderson.

Ia menyebutkan, lembaga memperoleh manfaat besar dari kerja para relawan, antara lain menjadi penghubung antara lembaga dengan masyarakat yang dibantu, menjadi pemberi ide program lebih luas, dan ketersediaan tenaga yang sering melampaui peran staf berbayar.

Pelatihan Batch #4 ini ARM HA–IPB gelar sebagai bagian proses rekrutmen relawan Sahabat ARM sebagai pendukung aksi-aksi kemanusiaan alumni IPB di lapangan. Acara diisi dengan pemaparan dua sesi dengan fasilitator Ketua Umum ARM HA-IPB, Ir. Ahmad Husein, M.Si., dan Ketua Bidang Manajemen Relawan, Ir. Agus Susilo JP.

Selain mempelajari manfaat relawan bagi lembaga, peserta belajar tentang hak dan tanggung jawab relawan, pengenalan ARM HA-IPB sebagai badan otonom bidang kemanusiaan berikut strategi dan kegiatannya.

“Pelatihan ini untuk menghasilkan relawan dengan kategori Sahabat ARM. Dengan menyelesaikan penugasan, nantinya mereka resmi memiliki nomor anggota Sahabat ARM,” ujar Ahmad Husein.

Sahabat ARM merupakan relawan yang direkrut dan dilatih dari kalangan mahasiswa, alumni, serta civitas akademika dengan usia minimal 18 tahun tanpa batasan usia maksimal. Mereka bertugas mendukung kegiatan-kegiatan ARM H-IPB.

Bagi Noor Azasi, seorang wirausaha alumnus IPB Angkatan 27, pelatihan ini amat inspiratif. “Moderator dan pembicaranya keren, menggugah semangat untuk menjadi relawan,” ujarnya.

Sementara peserta lainnya, Nulwita Maliati, mengatakan berdirinya ARM HA-IPB menunjukkan bukti nyata Alumni IPB sebagai kampus yang pro rakyat.

“Ini jadi manambah semangat dan kebanggaan sebagai alumni IPB yang dididik tidak hanya mengejar IPK tinggi semata melainkan turut berperan nyata dalam misi kemanusiaan dengan ikhlas karena Allah semata,” kata alumnus Sosek Angkatan 26 yang menjadi dosen di Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh.

####

Info lebih lanjut hubungi:
Ir. Agus Rusli, MM
Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB
Telp. 0812 1084 366

Berita Terkait

Sektor Pertanian Sumbang 12,67% Tetap Menjadi Penopang Ekonomi Indonesia di Kuartal I Tahun 2026

Sektor Pertanian Sumbang 12,67% Tetap Menjadi Penopang Ekonomi…

Jakarta, — Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data yang memberikan…
Hilirisasi Ayam Digenjot, Bima Berpotensi Jadi Pusat Produksi Unggas untuk Kawasan Timur

Hilirisasi Ayam Digenjot, Bima Berpotensi Jadi Pusat Produksi…

Jakarta – Kementerian Pertanian mempercepat pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Pulau…
Kementan Matangkan Implementasi HDDAP melalui Review Mission Bersama ADB dan IFAD

Kementan Matangkan Implementasi HDDAP melalui Review Mission Bersama…

Jakarta – Kementerian Pertanian terus memperkuat koordinasi pelaksanaan program Horticulture Development in…