• Januari 31, 2024

Indonesia Bergabung dengan Pemimpin Global di Konferensi PBB FAO Regional Asia-Pasifik dalam Upaya Transformasi Sistem Agrifood

Indonesia Bergabung dengan Pemimpin Global di Konferensi PBB FAO Regional Asia-Pasifik dalam Upaya Transformasi Sistem Agrifood

Jakarta, 31 Januari 2024 – Indonesia siap memberikan kontribusi signifikan pada konferensi internasional PBB FAO di Kolombo, Sri Lanka. Pertemuan ini menandai upaya bersama untuk membentuk kembali sistem pertanian pangan di kawasan Asia-Pasifik, sebagai respons terhadap tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi, krisis iklim, dan fluktuasi pasar yang berdampak pada jutaan orang.

Konferensi regional untuk Asia dan Pasifik (#APRC37), yang diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) dan diselenggarakan oleh pemerintah Sri Lanka, akan dihadiri oleh delegasi tingkat tinggi Indonesia yang berpartisipasi secara aktif, yang diperkirakan akan dipimpin oleh Menteri Pertanian dan terdiri dari pejabat senior dari berbagai kementerian.

“FAO di Indonesia sangat terlibat dalam mengatasi masalah ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian. Kolaborasi kami dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan sangatlah penting. Partisipasi tingkat tinggi Indonesia dalam konferensi ini merupakan hal yang strategis untuk mengarahkan transformasi sistem pangan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Kawasan Asia-Pasifik. Kami berkomitmen terhadap ambisi bersama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030, dengan fokus khusus pada pemberantasan kelaparan, kemiskinan, dan kesenjangan”, kata Rajendra aryal, perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste.

Konferensi ini merupakan panggung global dengan perwakilan 46 negara anggota FAO di Asia dan Pasifik. Diskusi tingkat tinggi dijadwalkan untuk dimulai dengan pertemuan pejabat senior secara virtual pada tanggal 31 Januari hingga 2 Februari, diikuti dengan Sesi Tingkat Menteri secara langsung pada tanggal 19 hingga 22 Februari. Direktur Jenderal FAO, Dr Qu Dongyu, akan bergabung dari Roma untuk memimpin Sesi Tingkat Menteri.

Melampaui Konferensi Reguler
Bagi Indonesia, topik konferensi ini tidak hanya relevan namun juga memiliki kepentingan penting bagi negara. Hal ini mencakup pengamanan pangan dan gizi di masa depan setelah krisis global yang terjadi baru-baru ini, strategi pengentasan kemiskinan melalui investasi dan modernisasi, serta pendekatan inovatif untuk menghemat air dan makanan, serta meminimalkan limbah. Isu-isu ini tersebar luas di seluruh wilayah, menyoroti tujuan dan tantangan bersama.
Salah satu agenda utama adalah membangun ketahanan. Segmen khusus Kementerian akan membahas berbagai tema, termasuk mendorong modernisasi dan digitalisasi bagi petani kecil di sektor-sektor seperti akuakultur dan peternakan, serta mendorong transformasi komprehensif sistem pertanian pangan di wilayah yang luas.

Contact Information:
Allan Dow (FAO Conference Information Officer)
Allan.Dow@fao.org
or
Eva Pastora (National Communication Specialist, FAO Indonesia) Winda.pastora@fao.org | +6281312479608

Berita Terkait

Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan Diusut Tuntas

Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah cepat dan…
Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Bukti Nyata Sektor Pangan Semakin Kuat

Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Bukti…

Jakarta, — Peran strategis sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional…
Kementerian Dukung Percepatan Klaim AUTP di Lamongan, Tegaskan Perlindungan Petani untuk Jaga Produksi

Kementerian Dukung Percepatan Klaim AUTP di Lamongan, Tegaskan…

JAKARTA, Kementerian Pertanian mengapresiasi percepatan verifikasi dan pencairan klaim Asuransi Usaha Tani…