• Juni 7, 2023

PELEPASAN VARIETAS CABAI TIUNG TANJUNG, TITIK AWAL KEMBANGKAN CABAI UNGGUL KALIMANTAN SELATAN

PELEPASAN VARIETAS CABAI TIUNG TANJUNG, TITIK AWAL KEMBANGKAN CABAI UNGGUL KALIMANTAN SELATAN

Cabai merupakan salah satu komoditas yang sering dikaitkan dengan inflasi. Jaminan supply dari  proses produksi yang baik akan mampu mengendalikan gejolak harga di pasar. Seperti pada periode Agustus 2022, Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia mencatatkan perbaikan pasokan aneka cabai dan bawang merah dari berbagai sentra produksi memberikan dampak penurunan inflasi sebesar 0,64% month to month. Selama tahun 2022, Indonesia memproduksi cabai rawti sebanyak 1,55 juta ton dan ini meningkat 11,5% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 1,39 juta ton.

Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul akan menjamin keberhasilan produksi. Benih bermutu menjadi kunci penting dalam keberhasilan usaha hortikultura berdaya saing dan berkelanjutan. Pentingnya penggunaan varietas unggul ini telah disampaikan oleh Direktur Jenderal Hortikultura, Dr. Ir. Prihasto Setyanto M.Sc dalam berbagai kesempatan bahwa penting sebelum menanam itu menggunakan bibit yang unggul, semua diawali dari pemilihan dan penyedian benih unggul karena 50% keberhasilan budidaya ditentukan dari kualitas benih yang ditanam.

Berbagai cabai rawit unggul nasional yang telah mendapatkan tanda daftar hingga sebanyak 105 varietas. Salah satu wilayah yang cukup aktif mengembangkan varietas unggul cabai rawit adalah Provinsi Kalimantan Selatan karena memiliki berbagai kultivar cabai rawit yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Varietas cabai rawit unggulan yang terkenal adalah cabai rawit Hiyung yang didaftarkan varietasnya pada tahun 2016. Selain cabai rawit varietas Hiyung, Kalimantan Selatan memiliki varietas cabai rawit lokal unggulan baru yaitu cabai rawit Tiung Tanjung, yang merupakan varietas lokal dari Kabupaten Tabalong.

Pada Senin, 5 Juni 2023 dilakukan penyerahan Surat Keputusan Tanda Daftar Varietas cabai rawit Tiung Tanjung dengan nomor SK 140/Kpts/PV.240/D/IV/2023 dari Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Direktorat Perbenihan Hortikultura kepada Bupati Kabupaten Tabalong, H. Anang Syakhfiani. Semua ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Pertanian untuk terus mengembangkan varietas unggul lokal untuk meningkatkan produksi nasional serta memajukan perekonomian daerah. Dengan terbitnya SK tanda daftar varietas menjadi dasar legal formal untuk mengedarkan benih cabai rawit Tiung Tanjung.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, SP., M.Si mengungkapkan, “proses pendaftaran/pelepasan varietas menjadi bentuk skrining awal agar semua varietas yang beredar dan dipergunakan petani adalah varietas yang unggul. Semakin banyaknya varietas baru yang didaftarkan harapannya terjadi peningkatan keragaman varietas dalam rangka menyediakan benih bermutu varietas unggul untuk mendukung peningkatan produksi hortikultura.”

Pelepasan varietas Tiung Tanjung ini sangat disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong. “Terbitnya SK varietas ini menjadi angin segar bagi kami karena secara aturan telah menjadi dasar legal untuk dikomersilkan, cabai Tiung Tanjung salah satu cabai yang disenangi masyarakat sebagai bahan sambal karena Tiung (Tanjung) lebih banyak daging buahnya. Kedepan, ini merupakan potensi untuk bekerjasama dengan perusahaan sambal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani”, ujar Bupati Kabupaten Tabalong, H. Anang Syakhfiani

Cabai rawit Tiung Tanjung memang sangat layak dikomersilkan, varietas ini memiliki keunggulan produksi tinggi sekitar 13-16 ton per hektar serta daya simpan yang lama yaitu 7-8 hari setelah panen. Panjangnya daya simpan dapat meningkatkan daya saing produk dengan menjamin produk sampai di konsumen dalam kondisi yang baik meski membutuhkan waktu distribusi yang cukup panjang. “Tiung Tanjung merupakan komoditas yang akan mengangkat warga Desa Uwie Kecamatan Muara Uya khususnya, dan Kabupaten Tabalong pada umumnya,” jelas Kepala Desa Uwie, Mulyadi Sutrisno.

 

Pada rangkaian kegiatan penyerahan SK varietas ini juga dilakukan pencanangan kampung benih cabai Tiung Tanjung. Hal ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk menjamin ketersedian dan keberlanjutan benih cabai Tiung Tanjung. Kepala Desa Uwie, Mulyadi Sutrisno mengyungkapkan supaya benih cabai Tiung (Tanjung) selalu tersedia, Kami mencanangkan Kampung Benih Tiung Tanjung Kabupaten Tabalong yang dimulai dari Desa Uwie Kecamatan Muara Uya. Dengan mengembangkan cabai rawit lokal unggulan seperti varietas Tiung Tanjung maka berpotensi untuk meningkatkan ketersedian cabai rawit di Kalimantan Selatan. Sehingga harapannya mampu mengurangi ketergantungan Kalimantan Selatan terhadap produk hortikultura yang selama ini masih dipasok dari Sulawesi Selatan.

 

Kontributor :

Novianti

Roni Ramadhan

 

Berita Terkait

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala Industri dengan Spanyol

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala…

  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama jajaran Eselon I Kementerian Pertanian…
Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

SPANYOL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi salah satu…
Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen House Almeria Spanyol

Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen…

SPANYOL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi Screen House…