• Juni 8, 2022

KEMENTAN AJAK PETUGAS TEKNIS BALAI BENIH BERLATIH UNTUK PENINGKATAN SKILL, KOMPETENSI DAN KINERJA PRODUKSI BENIH HORTIKULTURA

KEMENTAN AJAK PETUGAS TEKNIS BALAI BENIH BERLATIH UNTUK PENINGKATAN SKILL, KOMPETENSI DAN KINERJA PRODUKSI BENIH HORTIKULTURA

Selama 3 hari berturut-turut, sebanyak 36 orang petugas Balai Benih Hortikultura dari 33 provinsi diajak berlatih mengenai teknologi produksi benih hortikultura khususnya benih buah-buahan di Yogyakarta dan Purworejo pada awal Juni 2022. Direktorat Perbenihan Hortikultura selaku penyelenggara pelatihan berharap selain mendapatkan ilmu terkait produksi benih, peserta juga memahami penggelolaan benih induk dari sejumlah narasumber yang berkompeten yang dihadirkan.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, SP. MSi menjelaskan bahwa Direktorat Perbenihan Hortikultura akan terus mengakselerasi penyediaan benih hortikultura bermutu. Penyediaan benih hortikultura bermutu untuk pemenuhan kebutuhan kampung/kawasan hortikultura nasional harus berasal dari produsen benih yang berkompeten, salah satunya adalah dengan memberdayakan Balai Benih Hortikultura (BBH) yang tersebar di 33 provinsi. “Untuk itu perlu adanya upaya revitalisasi BBH yang dilakukan secara lebih masif melalui penyediaan pohon induk, perbaikan sarana dan prasarana BBH, perbaikan tata kelola BBH, dan peningkatan kapabilitas sumber daya petugas BBH” tutur Inti Pertiwi lebih lanjut.

Ke depan tuntutan pemenuhan kebutuhan benih hortikultura khususnya benih buah-buahan oleh BBH akan semakin meningkat. Oleh karena itu perlunya membekali para petugas BBH dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman mengenai produksi benih hortikultura dan tata kelola benih sumber. “Melalui hal ini diharapkan eksistensi BBH dapat lebih maju dan mampu mewujudkan tersedianya benih hortikultura bermutu di wilayah yang bersangkutan”. Papar Inti Pertiwi.

Salah satu lokasi berlatih yang dikunjungi adalah penangkar benih buah ‘Mitra Bibit’ yang berada di Kabupaten Purworejo. Di lokasi ini para petugas BBH dapat melihat langsung proses produksi benih buah-buahan. Selain itu, Petugas BBH juga dapat menggali informasi secara langsung dari produsen benih swasta tersebut mengenai beberapa pengetahuan lainnya seperti pengelolaan benih sumber buah maupun promosi jaringan pemasaran benih. Konsep seperti itulah yang harus juga dilakukan oleh BBH.

Menurut Eko Marwanto selqku penangkar benih Mitra Bibit, “Banyak faktor yang mempengaruhi resiko dalam pelaksanaan produksi benih buah, antara lain perlunya perencanaan yang matang dalam persiapan produksi sepeti penyiapan batang bawah dan entres, lokasi produksi, tenaga kerja, dan cuaca”.

Pada kesempatan ini, petugas BBH juga diajarkan praktek perbanyakan benih tanaman buah secara vegetatif, salah satunya melalui teknik okulasi. Okulasi merupakan jenis teknik perbanyakan tanaman dengan cara menggabungkan dua tanaman yang sejenis. Teknik ini bisa dilakukan dengan cara menempel ataupun menyambung. Hasil perbanyakan okulasi memiliki mutu yang lebih baik daripada induknya karena menggabungkan dua sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman induknya.

Petugas BBH sangat antusias mengikuti pelatihan. I Wayan Suartana,petugas BBH Bali mengatakan, “Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat untuk Kami sebagai petugas pengelola produksi benih di BBH. Selain teori, diberikan juga praktek terkait perbanyakan benih buah. Sehingga ilmu dan pengalaman yang Kami dapatkan disini dapat diterapkan di masing-masing BBH”.

Peserta pelatihan lainnya, Rolly Gaite dari BBH Papua Barat menyampaikan bahwa pengetahuan petugas di BBH Provinsi Papua Barat terkait teknik perbanyakan benih masih sangat minim, sehingga pelatihan seperti ini sangat mereka butuhkan. “Kami sangat berterima kasih kepada Direktorat Perbenihan Hortikultura karena telah mengadakan kegiatan semacam ini. Kepada kami diajarkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai teknik perbanyakan benih buah yang lebih modern dan inovatif”. “Tentunya kami berharap pelatihan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun”, tambah Rolly Gaite.

Dr. Prihasto setyanto, M.SC Direktur Jenderal Hortikultura mengatakan dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa keberhasilan BBH dalam penyediaan benih bermutu juga harus diikuti oleh komitmen dan integritas yang kuat dari para penggelola BBH. “Tentunya melalui hal ini
diharapkan BBH-BBH di Indonesia dapat menjadi produsen benih yang berkompeten dan berdaya saing dalam menghasilkan benih-benih bermutu hortikultura” imbuh Dirjen Hortikultura tersebut.

Pasca pelatihan ini, tentunya kepada para petugas tersebut perlu sering mengasah teknik-teknik perbanyakan benih yang telah dilatihkan sehingga tentunya makin tahun skill dan kompetensi petugas teknis di BBH-BBH menjadi lebih baik dan pada gilirannya berkontribusi nyata terhadap perbaikan kinerja dan nilai tambah balai-balai benih hortikultura di Indonesia.

Kontributor :
Valentina Theresia
Langgeng Muhono

Berita Terkait

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala Industri dengan Spanyol

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala…

  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama jajaran Eselon I Kementerian Pertanian…
Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

SPANYOL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi salah satu…
Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen House Almeria Spanyol

Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen…

SPANYOL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi Screen House…