• Mei 8, 2026

Mentan Amran Jadi Pelayat Pertama dan Antar Jenazah Anggota IV BPK RI Haerul Saleh dari RSUD Pasar Minggu

Mentan Amran Jadi Pelayat Pertama dan Antar Jenazah Anggota IV BPK RI Haerul Saleh dari RSUD Pasar Minggu

Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjadi salah satu pelayat pertama sekaligus turut mengantar jenazah ke ambulance Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Haerul Saleh dari RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Mentan Amran segera ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar meninggalnya almarhum. Kabar duka ini menyelimuti keluarga besar Kementerian Pertanian dan berbagai pihak setelah Haerul Saleh meninggal dunia akibat musibah kebakaran yang terjadi di kediamannya.

Mentan Amran mendengarkan kronologis singkat kejadian kebakaran dari asisten rumah tangga, kejadian begitu cepat tatkala korban sedang mengawasi beberapa orang yang sedang memproses renovasi. Tetiba api membesar dan asap hitam tidak dapat dihindarkan.

Mentan Amran menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum yang dikenalnya sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara.

“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, almarhum merupakan figur yang selalu mengedepankan profesionalisme dan pengabdian dalam setiap tugas yang dijalankan.

“Beliau sosok yang sangat menghargai kerja keras dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Kami kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah banyak mengabdikan diri untuk Indonesia,” katanya.

Mentan Amran juga turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi cobaan tersebut.

“Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa dan khilafnya, dilapangkan kuburnya, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” tuturnya.

Kepergian Haerul Saleh menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sosoknya dikenal luas sebagai pejabat yang memiliki integritas, komitmen, serta dedikasi tinggi dalam memperkuat tata kelola dan akuntabilitas pemerintahan.

Berita Terkait

Di Hadapan 100 Ribu Petani dan Nelayan seluruh Indonesia di PENAS XVll, Presiden Prabowo Pastikan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Di Hadapan 100 Ribu Petani dan Nelayan seluruh…

GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dan memperkuat…
Gelar Teknologi PENAS Gorontalo, Sarana Edukasi Bagi Petani dan Nelayan

Gelar Teknologi PENAS Gorontalo, Sarana Edukasi Bagi Petani…

Gorontalo – Kementerian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian menyelenggarakan kegiatan Ngobras On…
Temui Petani dan Nelayan di Gorontalo, Wamentan Sudaryono Pastikan Fondasi Swasembada Pangan Terus Diperkuat

Temui Petani dan Nelayan di Gorontalo, Wamentan Sudaryono…

Gorontalo – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah terus memperkuat fondasi…