• Desember 26, 2025

Mengenal KAD, Cara Taktis Amankan Ketersediaan Bawang Merah

Mengenal KAD, Cara Taktis Amankan Ketersediaan Bawang Merah

Guna mengamankan ketersediaan kebutuhan pokok bawang merah, beberapa daerah yang belum mampu memproduksi sendiri saat ini ramai melakukan kerjasama antar-daerah atau dikenal dengan KAD. Bentuknya berupa kerjasama jual beli antara pelaku usaha di daerah sentra penghasil bawang merah, dengan daerah yang masih kekurangan atau defisit. Melalui skema tersebut, bawang merah langsung dikirim dari daerah sentra ke non sentra, memotong beberapa rantai distribusi. Alhasil, pasokan dan harga di tingkat konsumen tetap terjaga. Disisi lain, petani di sentra juga mendapat jaminan pemasaran dengan harga menguntungkan.

Contohnya baru-baru ini dilakukan penandatanganan komitmen transaksi sebanyak 480 ton bawang merah dari Nganjuk ke Kota Batam sebagai tindaklanjut KAD antara Pemprov Jawa Timur dengan Pemprov Kepri. Nur Koyin, pelaku usaha bawang merah Nganjuk mengaku sangat mendukung upaya pemerintah menjaga keseimbangan pasokan dan harga melalui KAD. “KAD ini menurut saya bagus untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Petaninya untung, kami pedagang juga untung, konsumen juga bisa mendapat bawang merah dengan harga lebih terjangkau,” ujar Nur Koyin.

Menurut Nur Koyin, kunci sukses program KAD adalah kejelasan pelaku usaha atau mitra pedagang, tersedia gudang penyimpanan, distribusi dan kepastian pembayaran. “Jangan sampai berhenti di tandatangan kesepakatan, tapi tidak disiapkan perangkat-perangkatnya. Atau malah tidak ada realisasinya,” katanya.

Dihubungi terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menyebut pihaknya terus mendorong para pelaku usaha dan champion di daerah sentra untuk menjalin kerjasama KAD dengan pemerintah daerah di wilayah defisit bawang merah. “Arahan Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman clear dan tegas, ketersediaan bawang merah nasional harus dijaga aman. Kami punya 23 champion bawang merah yang tersebar di sentra- sentra utama produksi seperti Solok, Bandung, Brebes, Kendal, Nganjuk, Enrekang, Bima dan sebagainya. Mereka siap jadi mitra pemasok bagi daerah-daerah yang produksi bawang merahnya masih kurang atau defisit. Tujuannya agar inflasi nasional bisa kita jaga bersama. Petani sejahtera, pedagang tetap untung, konsumen juga tersenyum,” tandas Agung.

Berita Terkait

Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu

Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim…

MAKASSAR – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang…
NTP Mei 2026 Naik Jadi 127,73, Mentan Amran Sebut Pendapatan Petani Tumbuh Lebih Cepat dari Biaya Produksi

NTP Mei 2026 Naik Jadi 127,73, Mentan Amran…

Jakarta, — Kinerja sektor pertanian nasional kembali menunjukkan tren positif. Badan Pusat…
Mahasiswa Sampaikan Keluhan Petani, Mentan Amran Langsung Turun Tangan

Mahasiswa Sampaikan Keluhan Petani, Mentan Amran Langsung Turun…

Makassar – Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Fakultas…