• November 20, 2025

Ngobras Kementan: Strategi Ubah Kebun Hortikultura Jadi Magnet Wisata Baru

Ngobras Kementan: Strategi Ubah Kebun Hortikultura Jadi Magnet Wisata Baru

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian menggelar Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 40, Selasa (18/11/2025).

Dengan tema “Mengubah Kebun Hortikultura Menjadi Destinasi Wisata”, acara ini berlangsung secara interaktif dan informatif. Kegiatan disiarkan langsung melalui kanal YouTube @pusluhtanri dan platform Zoom Meeting, serta diikuti oleh penyuluh dan petani, dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus menekankan pentingnya hilirisasi, peningkatan nilai tambah hortikultura, serta pemanfaatan lahan produktif melalui model usaha kreatif seperti agrowisata.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat ekonomi petani, membuka lapangan kerja baru, sekaligus menarik minat generasi muda untuk kembali terjun ke sektor pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti bahwa agrowisata merupakan konsep edukasi yang bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pertanian, sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif.”

Di sisi lain, tren wisata alam yang terus meningkat di kalangan masyarakat perkotaan menjadi peluang besar bagi pengembangan agrowisata. Sekolah-sekolah pun kini semakin membutuhkan lokasi untuk kegiatan pembelajaran luar ruang seperti outing class dan field trip.

“Fenomena ini menjadi momentum lahirnya konsep agrowisata yang menggabungkan rekreasi, edukasi, dan pemberdayaan petani”, ucapnya.

Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Made Kuswandana menambahkan bahwa pendekatan agrowisata tidak hanya memasarkan produk pertanian, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif bagi masyarakat. Menurutnya, model ini merupakan cara strategis untuk mendorong regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian.

Narasumber Ngobras, Iskhaq Juarsa Penyuluh Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan tanaman pangan seperti ubi jalar atau padi.

Menurutnya, inovasi dalam bentuk agrowisata kini semakin dibutuhkan, terutama di tengah tantangan regenerasi petani yang menurun. Saat ini, mayoritas petani berusia di atas 50 tahun, sementara generasi muda masih terjebak pada stigma bahwa bertani adalah pekerjaan yang kotor dan melelahkan.

Iskhaq menceritakan perjalanan awal pembangunan agrowisata yang dikelolanya. Berawal dari lahan kosong yang digunakan untuk menjual tanaman polybag dan mendapat respons positif, ia kemudian diberi kepercayaan mengelola lahan seluas 2.800 meter persegi.

Transformasi besar dimulai dengan penataan kawasan, pemilihan tanaman bernilai tinggi yang dapat dipanen setiap hari, serta penambahan jalur kunjungan dan spot foto yang menarik, jelasnya.

Segmen utama pengunjung diarahkan kepada anak-anak PAUD, SD, dan SMP. Dari sisi ekonomi, manfaat agrowisata sangat signifikan. Pendapatan berasal dari tiket masuk, paket edukasi, penjualan produk segar, tanaman polybag, hingga kemitraan penjualan.

Dari sisi edukasi, anak-anak mendapat pengalaman langsung mengenai budidaya stroberi, hidroponik, menanam padi, memanen sayuran, hingga menangkap ikan. Sebagai upaya keberlanjutan, dilakukan evaluasi dan analisis dampak setiap tahun. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemanfaatan lahan, perluasan jangkauan edukasi pertanian, bertambahnya pendapatan, serta meningkatnya kesejahteraan kelompok tani.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pertanian dapat dikemas secara modern, menarik, edukatif, sekaligus menguntungkan. Agrowisata tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga motor penggerak regenerasi petani dan penguatan ekonomi masyarakat, imbuhnya. (HK/NF)

Berita Terkait

Kabupaten Sumenep Mantap Bersinergi: Sumenep Siap Maju Bersama di Kegiatan HDDAP

Kabupaten Sumenep Mantap Bersinergi: Sumenep Siap Maju Bersama…

Sumenep, Jawa Timur – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur…
Kementan Dukung Jateng Tancap Gas Investasi Susu, Peluang Peternak Kian Terbuka

Kementan Dukung Jateng Tancap Gas Investasi Susu, Peluang…

Semarang – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat investasi peternakan sapi perah…
Penguatan Produksi Pertanian Berbasis Bio Fermentor dalam Mendukung Swasembada Pangan

Penguatan Produksi Pertanian Berbasis Bio Fermentor dalam Mendukung…

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menyelenggarakan agenda…