• September 22, 2025

HA IPB Jabar Kenalkan Konsep Hexahelix untuk Perkuat Sinergi Alumni

HA IPB Jabar Kenalkan Konsep Hexahelix untuk Perkuat Sinergi Alumni
Kepengurusan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Jawa Barat periode 2025–2029 resmi dikukuhkan. Dipimpin Agus Maskur Rosadi, atau yang akrab disapa Kang Akur, kepemimpinan baru ini langsung memperkenalkan konsep kolaborasi lintas sektor yang mereka sebut sebagai Hexahelix.
Pelantikan dihadiri sekitar 175 alumni dari berbagai bidang, mulai dari pelaku agroindustri, akademisi, birokrat, hingga profesional perbankan. Hadir pula tokoh nasional dan daerah seperti Anggota DPR RI Ateng Sutisna dan Bupati Subang Renaldi Putra Andika.
Namun lebih dari sekadar seremonial, acara ini menandai dimulainya arah baru kontribusi alumni IPB di Jawa Barat.
“Ini bukan sekadar kumpul-kumpul alumni. Kita ingin bergerak nyata. Kita ingin hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi,” ujar Kang Akur dalam pidatonya.
Salah satu terobosan yang langsung dikenalkan adalah pendekatan Hexahelix, yakni pengembangan dari model Pentahelix yang selama ini menjadi rujukan pembangunan kolaboratif. Dalam versi HA IPB Jabar, ditambahkan satu elemen baru, yaitu perbankan.
“Hexahelix melibatkan enam unsur, pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan perbankan. Kehadiran sektor perbankan penting karena menjadi penggerak akses modal, yang sering kali menjadi bottleneck dalam banyak program,” jelas Kang Akur.
Model ini diyakini akan memperkuat ekosistem sinergi alumni IPB, terutama dalam program-program seperti penanggulangan bencana, pengembangan pariwisata berkelanjutan, inovasi teknologi pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi desa.
Duet kepemimpinan Kang Akur bersama Susan Kustiwan sebagai Sekretaris Umum diharapkan menjadi motor penggerak transformasi kontribusi alumni.
Dengan mengusung tagline “Guyub, Ngarangkul, Alakur untuk Jabar Istimewa”, mereka ingin membangun budaya kolaborasi yang erat antar alumni di tengah tantangan sosial-ekonomi daerah.
Ketua Umum DPP HA IPB, Walneg Jas, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi daerah sebagai bagian dari strategi nasional.
“Kekuatan alumni IPB tersebar di seluruh Indonesia. Tapi kontribusi itu harus dibangun dari daerah. Jawa Barat adalah salah satu simpul penting,” katanya.
Dengan basis lebih dari 100.000 alumni IPB di seluruh Indonesia, HA IPB Jawa Barat punya peluang besar untuk menjadi contoh penguatan peran alumni dalam pembangunan lokal. Tidak sekadar hadir di forum-forum diskusi, tapi menjembatani ide, inovasi, dan eksekusi nyata.(*)

Berita Terkait

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian…

Indore, India – Kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia…
Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut Bantu Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut…

Jakarta – Dukungan terhadap program cetak sawah di Papua terus menguat dari…
Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis…