• September 14, 2025

Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Tingkatkan Keterampilan dalam Produksi Konten Digital Pertanian

Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Tingkatkan Keterampilan dalam Produksi Konten Digital Pertanian

 

JAKARTA – Dalam rangka membangun strategi penderasan informasi yang efektif dan tepat sasaran untuk mendukung pembangunan pertanian nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran media sosial sebagai sarana utama komunikasi publik. Di era digital saat ini, penyebaran informasi yang cepat, akurat, dan masif merupakan kunci dalam mendukung pencapaian swasembada pangan dan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta kepada seluruh penyuluh pertanian untuk tidak gagap teknologi dan media sosial guna menyebarkan informasi dan capaian sektor pertanian. Menurut Amran, dengan memahami media sosial, berbagai perkembangan sektor pertanian di Indonesia bisa tersebar luas.

“Penyuluh pertanian adalah ujung tombaknya pembangunan pertanian dan peran penyuluh sangat vital dalam swasembada pangan sehingga perlu penguatan komitmen agar satu irama dan satu komando,” ucap Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan penyuluh pertanian wajib memanfaatkan berbagai media digital, yaitu website, media sosial, aplikasi penyuluhan. Hal ini untuk mempercepat penyebaran informasi kepada petani.

Sebagai garda terdepan transformasi pertanian modern, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendampingi petani sekaligus mengawal program strategis Kementan guna mewujudkan swasembada pangan, ujar Kabadan Santi.

Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian I Gst. Made Ngr. Kuswadana menyampaikan bahwa penyuluh diharapkan menjadi content creator lokal yang menyebarluaskan informasi tentang inovasi teknologi, regulasi pertanian, dan praktik terbaik atau best practices. Selain itu perkuat koordinasi antara pusat, provinsi, kabupaten, dan BPP dalam sistem informasi penyuluhan, tegas Made.

Pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) yang digelar Jum’at 12 September 2025, dengan mengusung tema “Kreativitas Tanpa Batas meningkatkan Keterampilan Penyuluh Pertanian dalam Produksi Konten Digital Pertanian”, menghadirkan narasumber Ketua Umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan, Rayndra Syahdan Mahmudin.

Pada kesempatan ini, Rayndra menyampaikan bahwa perubahan perilaku masyarakat, khususnya petani muda dan generasi milenial, menuntut penyuluh untuk menyesuaikan pendekatan. Petani saat ini lebih tertarik pada penyajian informasi visual yang dapat diputar berulang-ulang, seperti video singkat di TikTok, Instagram, maupun YouTube.

Selama pandemi Covid-19, konsumsi konten digital pertanian meningkat drastis. Hal ini menunjukkan adanya peluang besar untuk menjangkau lebih banyak petani melalui kanal digital. Sayangnya, konten pertanian yang beredar selama ini lebih banyak diproduksi oleh pihak netral atau bahkan yang tidak pro terhadap sektor pertanian. Sedangkan penyuluh maupun petani penerima manfaat bantuan pemerintah jarang mempublikasikan pengalaman mereka. Hal ini membuat program pemerintah kurang terlihat dan seolah-olah tidak sampai kepada petani, ucap Rayndra

Rayndra menambahkan jika tiga tujuan utama dalam pembuatan konten kreatif. Pertama, konten harus mampu membuat audiens berhenti sejenak dari aktivitas scrolling media sosial dan memperhatikan pesan yang disampaikan. Jika video dengan durasi 90 detik langsung dilewati, maka artinya konten tersebut kurang menarik, kedua, penyuluh diingatkan untuk menggunakan bahasa sederhana, bahasa sehari-hari, bahkan bahasa daerah agar lebih akrab dengan petani binaan.

Pemakaian istilah teknis atau bahasa ilmiah sebaiknya dihindari, karena akan sulit diterima oleh mayoritas petani. ketiga, konten kreatif diharapkan dapat menginspirasi petani untuk mencoba hal-hal baru, seperti metode budidaya, teknologi tepat guna, maupun praktik manajemen usaha tani yang lebih efisien, ungkap Rayndra.

Terakhir, penyuluh pertanian tidak hanya bertugas memberikan penyuluhan di lapangan, tetapi juga menjadi agen komunikasi publik di era digital. Melalui konten kreatif, sederhana, dan sesuai dengan bahasa lokal, informasi pertanian dapat disampaikan lebih luas, mudah dipahami, serta mampu meningkatkan citra positif sektor pertanian. Publikasi yang baik juga akan menguatkan posisi program pemerintah di mata masyarakat, sekaligus melawan narasi negatif yang beredar di media sosial, tutup Rayndra. (NS/NF)

Berita Terkait

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian untuk Jawab Krisis Global

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian…

Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan…
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol…

Sidoarjo, — Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas…
Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi…

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengajak lulusan Institut Teknologi…