• Agustus 24, 2025

Tingkatkan Produktivitas dan Keuntungan Berkelanjutan, Kementan Dorong Penyuluh Adopsi Inovasi Budidaya Padi

Tingkatkan Produktivitas dan Keuntungan Berkelanjutan, Kementan Dorong Penyuluh Adopsi Inovasi Budidaya Padi

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya inovasi budidaya padi sebagai strategi meningkatkan produksi sekaligus menjaga kesejahteraan petani.

“Inovasi dalam budidaya padi adalah kunci menjawab tantangan pangan kedepan. Dengan semangat gotong royong penyuluh dan petani, kita bisa meningkatkan produksi sekaligus menjaga kesejahteraan,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa peran penyuluh sangat penting untuk mempercepat adopsi inovasi di lapangan.

“Penyuluh adalah jembatan teknologi dan petani. Dengan pendampingan yang tepat, inovasi akan lebih cepat dirasakan manfaatnya,” ucap Kabadan Santi.

Sedangkan menurut Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Tedy Dirhamsyah bahwa dalam upaya meningkatkan produktivitas padi nasional dan mendukung ketahanan pangan, para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia terus didorong untuk menjadi agen perubahan dalam menerapkan dan menyebarluaskan inovasi budidaya padi kepada petani.

Tedy menekankan pentingnya inovasi dan pendekatan teknologi tepat guna dalam setiap kegiatan penyuluhan.

“Penyuluh harus menjadi ujung tombak transformasi pertanian modern”, tegas Tedy.

Pada acara Mentan Sapa Penyuluh dan Petani (MSPP) Volume 27, Jumat 22 Agustus 2025 menghadirkan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian dari Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Yuliarmi menyampaikan bahwa peningkatan hasil panen harus dibarengi penggunaan teknologi tepat guna, efisiensi input, dan pengelolaan pascapanen.

“Peningkatan produktivitas padi tidak cukup hanya dengan memperluas lahan, tetapi harus dibarengi dengan penerapan teknologi tepat guna, efisiensi penggunaan input, serta pengelolaan pascapanen yang baik agar petani memperoleh keuntungan berkelanjutan,” jelas Yuliarmi.

Dalam sesi dialog, beberapa penyuluh dan petani menyampaikan persoalan di lapangan. Salah satunya adalah Agung, penyuluh pertanian menanyakan bagaimana meyakinkan petani untuk meningkatkan produktivitas hingga 10 ton per hektare. Agung berharap ada pelatihan tambahan agar penyuluh semakin bersemangat.

Menanggapinya, pihak Kementan memastikan bimbingan teknis akan segera digelar untuk memperkuat kapasitas penyuluh.

Sementara, Sarno, petani mengeluhkan kerusakan jaringan irigasi di wilayahnya. “Air ada, tapi banjir juga sering merusak sawah. Jaringan irigasi yang rusak harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Pihak Kementan menyarankan agar persoalan ini segera dikoordinasikan dengan dinas setempat agar aliran air lebih terjamin. Hal ini agar petani dapat lebih mudah mengakses benih dengan harga terjangkau. Pemerintah terus mendorong penguatan kelompok tani dan kemandirian penangkar benih agar kebutuhan benih dapat dipenuhi dari dalam komunitas sendiri.

Melalui MSPP, Kementan berharap inovasi budidaya padi semakin meluas di kalangan petani sehingga mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (WY/NF)

Berita Terkait

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian untuk Jawab Krisis Global

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian…

Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan…
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol…

Sidoarjo, — Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas…
Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi…

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengajak lulusan Institut Teknologi…