• Mei 26, 2025

Kapal Pertama Jagung NTB Sandar di Surabaya, Kementan Dukung Distribusi Pakan Ternak Jadi Makin Efisien!

Kapal Pertama Jagung NTB Sandar di Surabaya, Kementan Dukung Distribusi Pakan Ternak Jadi Makin Efisien!

Surabaya — Jalur laut kini membuka harapan baru bagi peternak ayam petelur di Jawa Timur. Untuk pertama kalinya, sebanyak 250 ton jagung asal Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu, 24 Mei 2025. Pengiriman ini menjadi langkah strategis yang tak hanya menghemat biaya logistik hingga separuhnya, tetapi juga memperkuat mata rantai pasok pakan ternak antardaerah.

Inisiatif pengiriman jagung ini dilakukan oleh Koperasi Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKT NT, dengan dukungan dari pemerintah daerah NTB, Jawa Timur, dan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menyebut inisiatif ini sebagai bentuk efisiensi konkret di tengah tingginya kebutuhan jagung sebagai pakan di kawasan produsen telur nasional.

“Alhamdulillah, teman-teman peternak di Blitar memulai pola distribusi baru. Biasanya memakai truk tronton, sekarang memakai kapal laut. Ternyata jauh lebih murah,” kata Makmun, usai menyambut kedatangan kapal.

Produksi jagung di NTB, menurut Makmun, saat ini mencapai 1,2 juta ton. Di sisi lain, Jawa Timur sebagai lumbung telur nasional terus mengalami peningkatan kebutuhan bahan baku pakan.

“Petani jagung dan peternak ayam harus terus berkolaborasi. Jika distribusi via kapal ini bisa berjalan lancar, ke depan diharapkan bisa hadir kapal logistik khusus jagung dan gabah seperti halnya kapal ternak hasil kerjasama dengan Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, Jawa Timur kini tak hanya memenuhi kebutuhan telur dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor seperti Timor Leste. Artinya, penguatan logistik pakan akan menjadi faktor krusial dalam menjaga daya saing produksi.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyampaikan bahwa ketersediaan jagung nasional tahun ini diperkirakan mencukupi.

“Melihat data BPS, produksi jagung kita mencapai sekitar 16 juta ton. Sepanjang kondisi normal, mudah-mudahan stok akan aman hingga akhir tahun,” ujarnya. Ia menambahkan, Bapanas terus mendorong kolaborasi antara kementerian, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kemandirian pangan nasional.

Dari sisi pelaku, Ketua Koperasi PPN Cabang Blitar, Anang Pasi Triasmara, mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak yang memungkinkan realisasi pengiriman ini. “Kami berterima kasih karena tanpa bantuan dari pihak pemerintah, ini tidak bisa dijalankan. Pemerintah daerah di Bima dan Jawa Timur, serta pemerintah pusat saling membantu. Ini merupakan pengiriman perdana setelah perjuangan kami selama tiga tahun,” ungkap Anang.

Pengiriman jagung melalui laut menjadi terobosan logistik penting yang memangkas biaya distribusi hingga 50 persen dibandingkan transportasi darat. Efisiensi ini sangat membantu peternak rakyat dalam menjaga keberlanjutan usaha. Ke depan, dua kapal tambahan dari Kabupaten Bima dijadwalkan membawa 250 ton jagung ke Jawa Timur.

Kementan berharap dari pola distribusi ini, akan menginisiasi lahirnya jalur logistik jagung dan gabah berbasis laut yang lebih efisien, menopang ekosistem pangan nasional secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu Keluarga Pak Jafar di Baubau

Viral di Medsos, Mentan Amran Gerak Cepat Bantu…

Baubau — Kasus penarikan kembali bantuan pangan yang dialami Pak Jafar dan…
Di Hadapan Ribuan Kepala Desa se-Sulsel, Mentan Amran Bicara Soal Kunci Sukses hingga Hilirisasi

Di Hadapan Ribuan Kepala Desa se-Sulsel, Mentan Amran…

Gowa — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan arahan penuh motivasi…
Gelar Khitanan Massal di Bali dan NTT : Pertegas  Komitmen BRI untuk Hadir dan Memberi Makna Bagi Indonesia

Gelar Khitanan Massal di Bali dan NTT :…

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke-130, Yayasan…