- Mei 10, 2025
Miliki Potensi Besar dan Siap Swasembada Pangan, Mentan Amran Kunjungi Provinsi Kaltim
PPU – Dalam rangka akselerasi swasembada pangan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Gunung Mulia Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada Jum’at (09/05/2025). Dalam kunker ini, Mentan Amran didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Bupati PPU dan Wakil Bupati Paser.
Mentan Amran menyampaikan bahwa Provinsi Kaltim memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan. “Jika ada 46 ribu hektare lahan baku sawah di Provinsi Kaltim dan bisa ditanam tiga kali setahun dengan hasil 7 ton per hektare, maka 90 hari ke depan Provinsi Kaltim bisa swasembada pangan”, ungkapnya.
Mentan Amran juga menegaskan komitmen Pemerintah dalam mendorong Provinsi Kaltim untuk dapat swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan untuk wilayah Kalimantan melalui akselerasi program swasembada. Mentanpun mengajak TNI dan Pemda setempat untuk bersinergi dalam memaksimalkan lahan-lahan yang dekat sumber air agar produksi tak hanya sekali dalam setahun.
Pada kesempatan tersebut, Mentan Amran berdialog dengan para petani, penyuluh pertanian, petani milenial dan Brigade Pangan (BP) serta memberikan bantuan secara simbolis berupa 500 unit pompa air, alat dan alat mesin pertanian (alsintan), selain juga pengawalan dan pendampingan secara intensif ke para petani.
Adapun para penyuluh yang hadir sebanyak 125 orang yang berasal dari Kabupaten PPU 89 orang dan Kabupaten Paser sebanyak 36 orang. Seperti kita ketahui bahwa penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam percepatan swasembada pangan ini sangat diperlukan.
Sementara Gubernur Kaltim, H. Rudy Masud menyambut baik percepatan swasembada pangan ini dan menyatakan kesiapan menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama. Dirinya mendorong petani di Provinsi Kaltim untuk bisa panen minimal tiga kali, bahkan empat kali dalam setahun.
Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan pentingnya kolaborasi antara petani, penyuluh, Babinsa, dan petani muda/milenial untuk mendukung swasembada pangan.
Selain itu tidak hanya berfokus pada aspek teknis pertanian, tetapi juga pada pemberdayaan petani melalui pemanfaatan teknologi modern, seperti penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema pembayaran yang fleksibel, ucapnya.
Kunjungan Mentan ini diakhiri dengan demonstrasi teknologi pertanian seperti penggunaan rotavator dan drone penebar benih, sebagai simbol modernisasi pertanian di Provinsi Kaltim. (NS/NF)