• Mei 7, 2025

Capai Swasembada Pangan melalui Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Gelar Bimtek Pembuatan Poligon

Capai Swasembada Pangan melalui Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Gelar Bimtek Pembuatan Poligon

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) secara virtual, pada Rabu (07/05/2025). Bimtek yang bertemakan “Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Tentang Pembuatan Poligon atau Peta Digital di Lahan Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat untuk Mendukung Swasembada Pangan”, dihadiri oleh peserta online sebanyak 4.500 orang penyuluh pertanian melalui aplikasi zoom dan 3.920 orang yang menyaksikan melalui siaran youtube live.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi pemetaan seperti pembuatan poligon untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. “Peta digital dan poligon bukan sekadar alat pemetaan, tetapi instrumen penting untuk memastikan lahan pertanian termanfaatkan secara optimal. Dengan pemetaan yang akurat, kita bisa mendorong tercapainya target swasembada pangan secara lebih efektif,” ujar Mentan Amran.

Sementara, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widya Arsanti menekankan peran strategis penyuluh pertanian di daerah dalam mendampingi petani. Penyuluh pertanian adalah ujung tombak dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada petani.

“Dengan Bimtek ini, kapasitas penyuluh semakin diperkuat sehingga mereka dapat membantu petani dalam memanfaatkan teknologi pemetaan untuk mengoptimalkan lahan yang ada,” ucapnya.

Sedangkan menurut narasumber Ketua Tim Kerja Pemetaan Wilayah 1 Direktorat Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Achmad Widiyanto menjelaskan langkah-langkah teknis pembuatan poligon dan pemetaan lahan. Sehingga pentingnya data spasial dalam perencanaan cetak sawah rakyat dan optimasi lahan agar sesuai dengan kondisi lapangan, ungkapnya.

Narasumber lainnya dari Pusat Data Pertanian, Mokhamad Subaehi memaparkan tentang integrasi data pemetaan dengan basis data pertanian nasional. Subaehi menekankan bahwa keberhasilan pemetaan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas dan kelengkapan data yang dikumpulkan di lapangan.

Menariknya, salah satu penyuluh dari Kabupaten Kendal turut berbagi pengalaman dan menyampaikan bahwa dalam proses pendampingan pemetaan di lapangan, pihaknya bekerja sama erat dengan perguruan tinggi setempat.

“Kami melibatkan universitas dalam pendampingan pemetaan, sehingga hasil pemetaan menjadi lebih valid dan terpercaya. Sinergi ini penting untuk keberhasilan program optimasi lahan dan cetak sawah rakyat,” ujarnya.

Dengan terlaksananya Bimtek ini, diharapkan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia semakin siap dan mampu berkontribusi dalam mendorong program swasembada pangan melalui pemanfaatan teknologi pemetaan. (WY/NF)

Berita Terkait

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian untuk Jawab Krisis Global

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian…

Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan…
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol…

Sidoarjo, — Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas…
Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi…

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengajak lulusan Institut Teknologi…