- April 16, 2025
Dorong Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan Evaluasi LTT dan Gelar Rakor Penyuluh Pertanian se-Jawa Barat
BANDUNG – Strategis nasional di sektor pertanian, khususnya dalam mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa optimalisasi lahan dan pendampingan menyeluruh kepada petani menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan.
“Setiap jengkal lahan produktif harus dioptimalkan, dan petani harus didampingi tidak hanya dalam aspek budidaya, tapi juga kelembagaan dan akses pasarnya,” ujar Menteri Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa percepatan LTT harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di lapangan. “LTT tidak hanya berbicara tentang percepatan tanam, tetapi juga kesiapan SDM. Sinergi antar lini sangat penting dalam mencapai target dan memastikan keberlanjutan produksi,” jelas Santi.
Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap percepatan LTT, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat menggelar Evaluasi LTT dan Rapat Koordinator Penyuluh Pertanian se-Jawa Barat pada Senin, 14 April 2025, bertempat di Aula Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai unsur pembangunan pertanian.
Peserta luring terdiri dari pejabat pusat dan daerah, antara lain Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Jawa Barat, Kepala Dinas TPH Jabar, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Kepala BBPP Jabar, dan para Koordinator Penyuluh. Sementara peserta daring berasal dari Koordinator dan Penyuluh BPP kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Kegiatan diawali dengan pemaparan oleh Direktur Serealia mengenai progres dan strategi pencapaian target LTT Jawa Barat. Strategi percepatan yang dikemukakan meliputi sinkronisasi musim tanam, perbaikan irigasi, serta pemanfaatan lahan kering melalui inovasi varietas unggul dan teknologi pertanian modern.
Selanjutnya, Kepala Dinas TPH Provinsi Jabar menyampaikan dukungan program dan aksi daerah untuk pencapaian LTT. Kegiatan ini dipandu oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang menekankan pentingnya pelatihan teknis berkelanjutan.
Selanjutnya, Dedi Nursyamsi juga memaparkan program Gerakan Penyuluh Mendorong Luas Tambah Tanam (GALUH LTT) sebagai bentuk konkret pendampingan kepada petani agar tanam tepat waktu dengan strategi lokal spesifik.
Penutup rangkaian acara diisi dengan pemaparan teknis Aplikasi Laporan e-Pusluh oleh Sumardi, yang dirancang untuk mempercepat pelaporan lapangan dan memperkuat intervensi teknis secara cepat dan tepat sasaran.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, baik secara luring maupun daring. Diskusi interaktif menyoroti tantangan teknis di lapangan serta berbagi praktik baik antar wilayah. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pusat-daerah, optimalisasi data melalui e-Pusluh, serta meningkatkan komitmen penyuluh dalam mendampingi petani.
Dengan semangat kolaboratif dan penerapan strategi adaptif, Provinsi Jawa Barat diyakini mampu menjadi lumbung pangan andalan dalam mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.