- Maret 8, 2025
Tantangan dan Peluang Kebijakan Pembangunan Hortikultura di Indonesia
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus berupaya mendorong pengelolaan komoditas hortikultura pada tingkat rumah tangga sebagai langkah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Salah satu pendekatan yang ditekankan adalah pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan yang berkelanjutan dan efisien.
“Dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah, kita dapat menghasilkan sumber pangan yang berkelanjutan dan sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga,” ungkap Menteri Amran.
Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) Volume 09 yang berlangsung pada Jumat (7/3/2025), ditegaskan bahwa program ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian masyarakat, terutama di pedesaan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar negeri.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa sektor hortikultura Indonesia memiliki potensi yang sangat besar berkat keberagaman agroklimat dan sumber daya alam yang melimpah.
Ia menekankan bahwa penggunaan varietas unggul menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing produk hortikultura Indonesia di pasar domestik dan internasional.
Namun, pengembangan sektor hortikultura juga menghadapi beberapa tantangan, di antaranya terbatasnya akses terhadap teknologi dan infrastruktur yang memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola pekarangan secara optimal.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Andi Muhammad Idil Fitri, yang turut hadir sebagai pembicara, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama pembangunan hortikultura pada tahun 2025 adalah pengembangan 13.500 kelompok Pekarangan Hortikultura, yang akan mendukung program Pekarangan Pangan Berkelanjutan (P2B) serta produksi benih bawang putih untuk mencapai swasembada nasional.
Selain itu, program pendampingan penyuluhan pertanian juga akan dilaksanakan, termasuk pelatihan teknis budidaya tanaman, pembuatan pupuk dan pestisida organik, serta manajemen pascapanen guna meningkatkan nilai jual produk hortikultura.
Indikator keberhasilan dari program ini mencakup peningkatan produksi dan ketersediaan pangan di pekarangan rumah, peningkatan konsumsi pangan sehat dan bergizi, serta efisiensi ekonomi yang dapat berujung pada peningkatan pendapatan petani.
Program ini juga bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola pertanian skala rumah tangga.
Dengan kebijakan yang lebih terarah serta peran aktif penyuluh pertanian, sektor hortikultura diharapkan dapat berkembang pesat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.