• Januari 13, 2025

Harga Gabah Di Sejumlah Daerah Dibawah HPP, Bulog Diminta Segera Turun Tangan

Harga Gabah Di Sejumlah Daerah Dibawah HPP, Bulog Diminta Segera Turun Tangan

Penurunan harga gabah kering panen (GKP) di sejumlah daerah menjadi perhatian serius, terutama karena harga di beberapa wilayah berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Berdasarkan data yang dihimpun, pada 12 Januari 2025, rata-rata harga gabah di beberapa kabupaten menunjukkan variasi signifikan, dari Rp4.900 hingga Rp6.400 per kilogram.

Di Provinsi Kalimantan Utara, misalnya, harga gabah di Kabupaten Malinau tercatat hanya Rp4.900 per kilogram, jauh di bawah HPP.

Sementara itu, di Sumatera Utara, beberapa wilayah seperti Kabupaten Nias Selatan juga mencatat harga rendah sebesar Rp5.000 per kilogram. Harga ini dianggap tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani.

Di sisi lain, provinsi seperti Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan mencatat harga gabah lebih stabil, rata-rata berada di kisaran Rp6.000 per kilogram.

Meski begitu, fluktuasi harga yang terjadi tetap menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian, khususnya di tengah musim panen yang berlangsung. Laporan demi laporan dari Dinas Pertanian dan Pangan di beberapa daerah sedang dilakukan secara masif.

“Sampai dengan 2025, di Kabupaten Way Kanan khususnya di Kecamatan Bahuga, seluas 200 hektare akan dilakukan panen padi. Namun sangat disayangkan, harga gabah di kalangan petani hanya 5.400 (Rupiah) sampai 6.200,” ucap Falahuddin, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan peternakan (TPHP), Kabupaten Way Kanan, Senin (13/1/ 2025).

Bukan hanya di Kabupaten Way Kanan. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura di Lampung Timur dan Banyuasin juga mengeluhkan hal yang sama.

“Saat ini Kabupaten Banyuasin mau panen IP 100, seluas kurang lebih 50 ribu hektare lebih. Namun sangat disayangkan harga gabah di tingkat petani sekarang 5.500 (Rupiah) per kilogram. Kami berharap kepada Kepala Bulog untuk segera turun membeli gabah petani kami,” ucap Syarif, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banyuasin.

Berita Terkait

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian…

Indore, India – Kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia…
Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut Bantu Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut…

Jakarta – Dukungan terhadap program cetak sawah di Papua terus menguat dari…
Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis…