• November 8, 2024

Dorong Swasembada Pangan, Kementan Percepat Penyediaan Daging, Susu dan Telur

Dorong Swasembada Pangan, Kementan Percepat Penyediaan Daging, Susu dan Telur

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mempercepat penyediaan daging sapi, susu, dan telur. Selain untuk mencapai swasembada pangan, langkah ini juga merupakan dukungan terhadap program makan bergizi gratis yang digagas Presiden Prabowo.

Dirjen PKH Kementan, Agung Suganda, mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, seluruh program Kementan saat ini difokuskan untuk mencapai mimpi bersama, yakni swasembada pangan.

“Seluruh program yang kami jalankan di Ditjen PKH memang berorientasi pada visi jangka panjang 2045. Kami percaya bahwa menciptakan swasembada pangan merupakan salah satu kunci untuk mencapai Indonesia yang makmur dan mandiri,” jelas Agung dalam sosialisasi program dan kegiatan Ditjen PKH di Jakarta, Kamis (7/11/24).

Pihaknya mencatat keberhasilan pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras yang menunjukkan surplus produksi. Berdasarkan data Ditjen PKH, produksi daging ayam ras mencapai 3,84 juta ton, melebihi kebutuhan nasional sebesar 3,72 juta ton dengan surplus 0,12 juta ton. Sementara itu, produksi telur ayam ras mencapai 6,39 juta ton, melampaui kebutuhan 6,22 juta ton dengan surplus 0,17 juta ton.

Namun, pada komoditas susu dan daging sapi masih mengalami defisit. Untuk susu, kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton, sedangkan produksi hanya sekitar 1 juta ton, sehingga menyebabkan defisit sebesar 3,7 juta ton atau 79 persen. Kebutuhan daging sapi sebesar 0,77 juta ton hanya dapat dipenuhi sebesar 0,37 juta ton, sehingga ada defisit sebesar 0,4 juta ton atau 52 persen.

“Kami telah menyusun peta jalan atau roadmap pemenuhan kebutuhan susu segar dan daging sapi hingga tahun 2029. Target ini mencakup impor satu juta ekor sapi perah dan satu juta ekor sapi pedaging dari negara-negara seperti Australia, Brazil, New Zealand, Mexico, dan Amerika Serikat,” ungkap Agung.

Ia juga menyebutkan bahwa program prioritas Ditjen PKH meliputi peningkatan produksi, modernisasi sarana, penguatan tata kelola, hingga pengembangan pasar. Sub sektor peternakan saat ini memegang delapan peran penting dalam mendukung perekonomian nasional.

Delapan peran penting yang dimaksud adalah penyediaan protein hewani, kontribusi terhadap PDB, membuka lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan peternak, penggerak ekosistem ekonomi daerah, pengembangan industri pangan, menghasilkan devisa bagi negara melalui ekspor daging dan telur, serta penyediaan protein hewani yang cukup.

Berita Terkait

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian…

Indore, India – Kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia…
Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut Bantu Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut…

Jakarta – Dukungan terhadap program cetak sawah di Papua terus menguat dari…
Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis…