• November 6, 2024

Ngobras Jelaskan Pengelolaaan Air yang Tepat, Dapat Tingkatkan Produktivitas

Ngobras Jelaskan Pengelolaaan Air yang Tepat, Dapat Tingkatkan Produktivitas

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengoptimalkan program pompanisasi guna meningkatkan produktivitas. Program ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kekeringan yang masih melanda di beberapa wilayah Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan jika dampak pompanisasi telah terasa dan positif bagi para petani di daerah. Karenanya pemasangan pompa air di wilayah sentra pertanian harus dipercepat dan harus terus dimonitoring.

“Mohon kiranya mitigasi resiko kemarau dengan pompanisasi dilakukan secara masif di seluruh wilayah Indonesia dan terus dimonitoring dengan baik,” tegas Mentan Amran.

Menindaklanjuti arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa dalam alam konteks perubahan iklim saat ini. Dimana curah hujan menjadi tidak menentu dan risiko kekeringan meningkat, pengelolaan air yang efisien dan tepat menjadi semakin penting untuk memastikan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Optimalkan sistem irigasi hemat air mendorong penggunaan teknologi irigasi hemat air, seperti irigasi tetes atau sprinkler, dapat mengurangi pemborosan air dan mengarahkan air secara langsung ke tanaman yang membutuhkan. Teknologi ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30-50% dibandingkan metode konvensional, Kabadan Santi.

Kabadan Santi menambahkan bahwa membangun dan meningkatkan kapasitas penampungan air menyediakan fasilitas penampungan air hujan, seperti embung atau tandon akan sangat berguna dalam menyimpan air di saat musim hujan untuk digunakan saat musim kemarau. Langkah ini juga mendukung ketahanan air untuk kebutuhan irigasi saat ketersediaan air menurun.

Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 37, Selasa (05/11/2024) bertemakan “Meningkatkan Hasil Pertanian dengan Pengelolaaan Air yang Tepat”, menghadirkan narasumber Ketua Tim Kerja Mitigasi Iklim, Direktorat Irigasi Pertanian Nurul Chair.

Nurul mengatakan bahwa untuk meningkatkan dan mempertahankan ketersediaan air di tingkat usaha tani sebagai suplesi air irigasi untuk komoditas tanaman pangan, perkebunan, hortikultura dan peternakan pada tahun ini difokuskan pada tanaman pangan khususnya padi.

Sedangkan kegiatan untuk mendistribusikan air irigasi dengan menggunakan sarana pompa air sebagai sarana distribusi dapat menggunakan saluran terbuka lining saluran atau saluran tertutup pipanisasi.
Untuk meningkatkan dan mempertahankan ketersediaan air dapat dilakukan dengan cara menampung atau meningkatkan muka air. Atau dengan mengoptimalkan pemanfaatan air yang sumber airnya berasal dari mata air, curah hujan run off, sungai dan atau sumber air lainnya.

Hal tersebut tentunya berfungsi untuk suplesi air irigasi dengan meningkatkan fungsi jaringan irigasi pada irigasi tersier melalui kegiatan rehabilitasi dan peningkatan fungsi saluran terbuka atau tertutup, pungkas Nurul. (HV/NF)

Berita Terkait

Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan Diusut Tuntas

Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah cepat dan…
Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Bukti Nyata Sektor Pangan Semakin Kuat

Bank Indonesia: Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Bukti…

Jakarta, — Peran strategis sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional…
Kementerian Dukung Percepatan Klaim AUTP di Lamongan, Tegaskan Perlindungan Petani untuk Jaga Produksi

Kementerian Dukung Percepatan Klaim AUTP di Lamongan, Tegaskan…

JAKARTA, Kementerian Pertanian mengapresiasi percepatan verifikasi dan pencairan klaim Asuransi Usaha Tani…