• November 1, 2024

Guru Besar UNG: Gagasan Swasembada Pangan Presiden Adalah Langkah Tepat

Guru Besar UNG: Gagasan Swasembada Pangan Presiden Adalah Langkah Tepat

Jakarta – Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo Mohamad Ikbal Bahua menilai upaya pemerintah melakukan cetak sawah dalam rangka melakukan akselerasi swasembada pangan menjadikan petani sebagai tuan rumah di negerinya sendiri.

Ia beralasan bahwa selama ini sebagain besar petani merupakan penggarap. Melalui cetak sawah, pemerintah memiliki kepercayaan penuh kepada petani melalui skema pengelolaan lahan sehingga menjadi modal mereka untuk hidup lebih sejahtera.

“Adanya ekstensifikasi lahan ini, petani akan merasa memiliki, bahwa mereka diperhatikan oleh pemerintah, mereka diberi pekerjaan, lahan, pupuk, benih sehingga mereka merasa nyaman di negerinya sendiri, kenapa? karena paling banyak petani di Indonesia adalah petani penggarap mereka selama ini menghidupi yang namanya petani berdasi,” kata Mohamad Ikbal saat dihubungi, Kamis (31/10).

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian terus melakukan percepatan dalam rangka mencapai target swasembada pangan, diantaranya melalui ekstensifikasi dengan memperbanyak cetak sawah yang ditargetkan 1 juta hektar dalam waktu satu tahun.

Program cetak sawah ini dilaksanakan di beberapa daerah seperti Merauke, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Aceh, Jambi dan daerah lainnya. Upaya tersebut menurut Menteri Pertanian Andi Maran Sulaiman diharapkan dapat mencapai target swasembada pangan dalam waktu empat tahun.

“Ekstensifikasi adalah kita cetak sawah 3 juta hektar, 1 juta hektar per tahun,” kata Amran.

Oleh karena itu, Mohamad Ikbal Bahua memandang gagasan swasembada pangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, Presiden Prabowo, menurutnya ingin mendudukkan kembali kedaulatan Indonesia di sektor pertanian.

“Indonesia adalah negara agraris yang penuh dengan sumber daya alam baik itu pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan yang memenuhi untuk kita kelola demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Jadi konsep dari Pak Prabowo Subianto bersama kabinetnya nanti ini meningkatkan atau mau swasembada pangan adalah langkah yang paling tepat,” ujarnya.

Selain itu, bonus demografi, ia melanjutkan menjadi modal utama terutama untuk mengembangkan pertanian dari sektor hulu ke hilir sehingga memunculkan varian-varian diversifikasi pangan yang bisa meningkatkan nilai tambah baik untuk konsumsi dalam negeri maupun orientasi ekspor.

“Hal ini menjadi salah satu motor penggerak untuk menaikkan pendapatan sehingga bisa mensejahterakan petani, nelayan, dan peternak kemudian dengan adanya kebijakan Presiden Prabowo Subianto ini Indonesia bisa menjadi negara yang tumbuh berkembang lagi di bidang pertanian,” imbuhnya.

Sebagian besar petani menurut Mohamad Ikbal Bahua masih berada di bawah garis kemiskinan, sehingga dengan adanya gagasan swasembada pangan Presiden Prabowo akan meningkatkan derajat kemampuan masyarakat untuk bisa hidup sejahtera.

“Dampaknya, mereka bisa berbudidaya dengan baik, bagaimana mereka bisa berbisnis dengan baik dan bagaimana mereka bisa hidup lebih layak,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kerja Sama BRICS Buka Peluang Percepatan Modernisasi Pertanian…

Indore, India – Kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia…
Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut Bantu Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Petani Asli Papua Dukung Program Cetak Sawah, Sebut…

Jakarta – Dukungan terhadap program cetak sawah di Papua terus menguat dari…
Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis…