• April 21, 2024

KEMENTAN APRESIASI BIOYOSO, RAMUAN PENGENDALI TIKUS, KARYA PETANI SUKOHARJO

KEMENTAN APRESIASI BIOYOSO, RAMUAN PENGENDALI TIKUS, KARYA PETANI SUKOHARJO

Semarang – Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus berkomitmen mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis ramah lingkungan. Salah satunya dengan memasifkan pengamanan produksi dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan pemanfaatan bahan-bahan alami.

Merespon laporan serangan hama tikus yang harus selalu diwaspadai, Ditjen Tanaman Pangan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus aktif mensosialisasikan upaya-upaya strategis pengendalian tikus, termasuk penyebarluasan informasi ramuan pengendali tikus “bioyoso”.

Bioyoso merupakan pestisida nabati pengendali tikus hasil racikan dari bahan-bahan alami, antara lain: umbi gadung, kulit batang kamboja, bekatul, ikan segar, dan ragi tape. Kemenkumham RI pun telah menerbitkan Surat Pencatatan Ciptaan Bioyoso dengan nomor register 000590215 hasil karya mbah Yoso, petani asal Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hadir saat pemberian penyerahan hak cipta ini (21/4), Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Suwandi menyampaikan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi setiap inovasi-inovasi hasil karya petani, petugas maupun masyarakat, khususnya di bidang pertanian. “Anugrah hak cipta ini hendaknya menjadi penyemangat kita semua, pelecut hadirnya mbah yoso-mbah yoso yang lain, yang kreatif dan inovatif mendukung memajukan pertanian Indonesia,” tegas Suwandi

Hal ini selaras dengan semangat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang sangat peduli dan komitmen terhadap setiap upaya memajukan pertanian, menjadikan petani yang inovatif, mandiri, dan modern.

Turut hadir, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat, yang mengingatkan kepada jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan OPT, termasuk tikus yang menjadi salah satu hama utama saat ini. “Kunci keberhasilan pengendalian tikus adalah pengendalian harus dilakukan secara serentak dan di hamparan yang luas. Lakukan gropyokan sebelum tanam dan lanjutkan dengan pemasangan umpan. Nah, bioyoso ini adalah umpan ramah yang harus dicoba karena manjur dan ramah lingkungan,” terang Rachmat.

“Kami menerapkan budaya kerja Bernas, yaitu  berorientasi pelayanan, aksi nyata, adaptif, dan sinergi. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pusat maupun daerah, sangat diperlukan untuk menyukseskan pengamanan produksi pangan nasional,” imbuh Rachmat.

Kepala Dinas Pertanian Prov. Jawa Tengah, Supriyanto mengatakan turut berbangga atas prestasi mbah Yoso ini. “Meskipun usianya tidak muda lagi, tapi semangat Mbah Yoso selalu awet muda, tidak kenal lelah melakukan inovasi-inovasi di lahannya sendiri selama bertahun-tahun, demi menghasilkan produk ramah lingkungan dan mudah ditiru oleh petani lain,” ungkap Supriyanto.

Dihubungi di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan akan memasifkan pemanfaatan ramuan bioyoso ini di wilayahnya untuk mengamankan pertanaman Sukoharjo dari serangan tikus. Selain dengan bioyoso, tikus juga dapat dikendalikan dengan pemanfaatan burung hantu.

Sementara itu, Yoso Martono Suyadi, petani penemu bioyoso mengucapkan terima kasihnya atas perhatian dan bantun dari pemerintah terhadap pengakuan hasil karyanya. “Sebagai petani, yang penting saya dapat bertani sepenuh hati, menjaga kearifan lokal dan lingkungan. Makanya, jika ramuan ini dibuat dengan benar dan dimakan tikus, tikus bisa menjadi ompong, mandul, atau mati,”  tutur mbah yoso, sapaan akrabnya.

Acara sosialisasi dan penganugerahan hak cipta bioyoso di Aula Dinas Pertanian Prov. Jawa Tengah ini dihadiri secara daring dan luring oleh jajaran Dinas Pertanian Prov. Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura serta petugas POPT dari seluruh wilayah di Indonesia.

Berita Terkait

Wamentan Sudaryono Ungkap Fakta Penting Soal Irigasi: Penentu Hidup-Matinya Panen!

Wamentan Sudaryono Ungkap Fakta Penting Soal Irigasi: Penentu…

Bogor – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui peningkatan produksi…
Mentan Amran: Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino

Mentan Amran: Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan…

Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi…
Potensi Kekeringan Menguat, Kementan Dorong Optimalisasi Pompa Air

Potensi Kekeringan Menguat, Kementan Dorong Optimalisasi Pompa Air

Jakarta, — Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kesiapan menghadapi potensi El Nino ekstrem…