- April 1, 2024
BPS: Harga Gabah Mulai Turun, Petani Minta Bulog Segera Lakukan Penyerapan
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga gabah dan beras yang tinggi akhir akhir ini telah mengalami penurunan dengan adanya panen raya besar-besaran yang berlangsung sejak Februari lalu. Penurunan harga gabah bahkan mencapai 7,24 persen yang dihitung secara bulanan (mount to mount).
“Harga gabah kering panen turun sebesar 7,24 persen secara bulanan (MtoM) atau naik sebesar 27,71 persen secara year on year. Namun terjadi kenaikan 27,71 persen apabila dihitung secara tahunan (year on year),” ujar Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam berita resmi statistik, Senin, 1 April 2024.
Menurut Amalia, penurunan juga terjadi pada gabah kering giling yang turun sebesar 5,47 persen, namun terjadi kenaikan secara tahunan yakni sebesar 34,22 persen. Sedangkan penurunan harga beras secara bulanan terjadi di tingkat penggilingan.
“Harga beras di penggilingan pada bulan Maret 2024 turun sebesar 0,87 persen (MtoM), namun secara year on year mengalami kenaikan sebesar 25,21 persen,” katanya.
Mengenai hal ini, Kalangan petani meminta pemerintah waspada dan menjaga kondisi harga gabah agar tidak anjlok. Pasalnya, para petani di sejumlah sentra baru saja menggelar panen raya sehingga kondisi gabah dalam kondisi melimpah. Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) menilai, harga gabah sebaiknya tetap stabil di angka Rp 7.000 hingga Rp 8.000.
“Disaat panen raya seperti ini, KTNA berharap agar harga gabah tidak anjlok sehingga petani tidak rugi setelah mereka mengeluarkan ongkos produksi,” katanya.
Yadi mengatakan sebaiknya pemerintah fokus pada penyerapan panen raya dan memperkuat keterangan beras nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyebut potensi produksi beras nasional dari hasil panen raya bulan Maret-April 2024 mencapai 8,46 juta ton.
“KTNA yakin pasokan beras aman bahkan cendrung melimpah. Tapi sekali lagi, pemerintah harus menjaga agar harga gabah di tingkat petani tidak anjlok,” katanya.
Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi beras dalam negeri baik di kawasan sentra maupun daerah lainnya dalam kondisi aman. Bahkan menurut dia, dalam waktu dekat sejumlah daerah akan memasok beras untuk kebutuhan pasar nasional. Karema itu dia meminta agar Bulog terus melakukan penyerapan.
“Insyaallah dari apa yang kami cek di lapangan kebutuhan dan pasokan beras nasional dalam kondisi aman. Ketersediaan beras dapat terjaga dan kini memasuki musim panen di beberapa daerah. Prediksi Maret nanti akan menghasilkan beras sekitar 3,51 juta ton dan pada bulan April akan lebih tinggi lagi,” terangnya.