- Maret 31, 2024
Mentan Amran Yakini Padi Organik Bisa Jadi Solusi Krisis Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakini padi organik menjadi solusi dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia.
Dalam konteks krisis pangan yang mengancam ketersediaan beras sebagai makanan pokok, terutama di Indonesia, Menteri Amran menyoroti potensi pergolakan harga beras yang dapat terjadi.
“Perubahan iklim memberikan beberapa dampak positif, namun juga membawa ancaman serius terhadap ketersediaan pangan, dengan tidak menentunya waktu tanam dan panen,” katanya.
Mentan Amran menggarisbawahi bahwa padi organik dapat membantu mengurangi lonjakan harga beras dan mendukung penyediaan stok yang stabil di pasaran.
“Kita tengah menghadapi krisis pangan global. Penting bagi pemerintah untuk berkomitmen menjaga pasokan komoditas strategis dan stabilitas harga beras,” jelasnya.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyoroti dampak buruk perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama penyakit, dan meningkatnya permukaan air laut.
Dedi menekankan pentingnya adaptasi dan mitigasi dengan memperbaiki kualitas tanah dan menggunakan pupuk organik serta pestisida nabati.
Muhamad Zarwazi, analis Standardisasi Balai Besar Pengujian Standar Instrumen padi, menyoroti bahwa Indonesia merupakan negara konsumen beras terbesar ke-4 di dunia.
Dia menekankan bahwa tantangan krisis pangan akibat perubahan iklim merupakan tantangan nyata, dan strategi peningkatan produksi padi seperti Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan peningkatan IP Padi 200, 300, dan 400 harus diterapkan.
“Faktor kunci keberhasilan produksi padi meliputi varietas baru, pengairan, pupuk, dan budidaya lainnya,” ungkap Zarwazi.