- Maret 31, 2024
Alokasi Pupuk Subsidi di Sumatera Utara Tembus 103,66 Persen, Bukti Mentan Amran Peduli Terhadap Nasib Petani
SUMUT – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Rajali mengaku optimis dapat berkontribusi besar terhadap capaian swasembada yang dicanangkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam beberapa tahun ke depan.
Keyakinan Rajali sangat besar mengingat saat ini alokasi pupuk di wilayahnya mencapai 103,66 persen atau melebihi target yang diharapkan. Tambahan ini bagi Rajali merupakan dampak dari perjuangan Mentan Amran dalam menambah alokasi subsidi sebesar 28 triliun.
“Dengan peningkatan ini, diharapkan sektor pertanian mampu membuka lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat atau petani di wilayah kami,” kata Rajali, Minggu, 31 Maret 2024.
Diketahui, Provinsi Sumatera Utara mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 243,450 ton dari alokasi semula 234,848 ton. Alokasi sebanyak itu kembali bertambah menjadi 478,298 ton atau memiliki kenaikan sebesar 103,66 persen.
“Dan kami juga mendapat tambahan alokasi pupuk organik 25.488 ton. Karena itu kami sangat optimis dengan peningkatan alokasi pupuk bersubsidi ini, dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara,” katanya.
Selanjutnya, Rajali mengatakan pihaknya akan segera menerbitkan perubahan SK Gubernur Nomor 188.44/1120/KPTS/2023 tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi di Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2024 dengan memperhatikan Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) Tahun 2024.
“Yang juga sangat penting adalah petani kami dapat memperoleh akses yang lebih mudah dan terjangkau terhadap pupuk yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kabupaten Aceh Utara, Erwandi menambahkan bahwa penambahan ini akan semakin mendorong percepatan produksi di wilayah Aceh. Apalagi selama ini, petani sedikit kesulitan dalam mendapat akses.
“Atas nama petani Aceh Utara, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Mentan atas perjuangan dan kebijakannya yang sangat tepat untuk mendorong peningkatan produksi dan mengurangi biaya produksi petani akibat harus membeli pupuk non subsidi,” jelasnya.
Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menambah alokasi kuota pupuk subsidi untuk petani di seluruh Indonesia. Penambahan ini merupakan tindak lanjut dari hasil berbagai pertemuan dan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan juga para Menteri, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam rapat terbatas tersebut, diputuskan anggaran pupuk tahun 2024 dinaikkan menjadi 2 kali lipat menjadi 9,55 juta ton dari 4,7 juta ton, dan resmi diputuskan melalui surat menteri keuangan no S-297/MK.02.2024.
Adapun volume pupuk subsidi tahun 2024 meliputi pupuk kimia dan juga organik untuk 9 jenis komoditas seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao.