- November 1, 2023
Kementan Serahkan Bantuan Ratusan Kilogram Benih Padi dan Jagung untuk Petani di Situbondo
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Dirjen TP) memberikan bantuan benih padi inbrida varietas inpari 32 sebanyak 500 kilogram (kg) kepada Kelompok Tani (Poktan) Karya Melati, Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (1/11/2023).
Pemberian bantuan benih padi ini bersamaan dengan kegiatan Kunjungan Kerja Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ke Provinsi Jawa Timur. BPK melakukan supervisi atas program kerja Kementan di wilayah Kabupaten Situbondo.
Tak hanya benih padi, Kementan juga menyerahkan bantuan berupa benih jagung varietas HJ21 sebanyak 900 kg kepada Poktan Sekar Abadi III, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo. Penyerahan benih secara simbolis dilakukan langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi.
Suwandi mengatakan, bantuan benih padi dan jagung di Situbondo ini merupakan program Kementan tahun anggaran 2023. Tujuannya untuk memajukan sektor pertanian di Jawa Timur, khususnya Situbondo. Adapun jenis padi inbrida varietas inpari 32 dan jagung varietas HJ21 merupakan jenis unggulan yang cocok dengan karakteristik tanah di Situbondo.
“Dengan bantuan benih padi dan jagung, diharapkan potensi pertanian di Situbondo semakin maju. Ke depan, Situbondo akan masuk menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan benih,” ujar Suwandi.
Anggota IV BPK, Haerul Saleh Haerul Saleh berharap agar program Kementerian Pertanian yang diberikan tidak salah sasaran, serta dapat memberikan kemakmuran dan mensejahterakan masyarakat. “Kami juga meminta dukungan dari semua jajaran untuk mengawasi bantuan yang diberikan kepada petani,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Bupati Situbondo, Karna Suswandi menuturkan, Situbondo saat ini terus berusaha mengembangkan potensi pertanian yang selama ini menjadi penopang perekonomian wilayahnya.
“Banyak warga kami yang memilih bekerja ke luar daerah karena kendala-kendala yang dihadapi dalam sektor pertanian. Ada 60 persen warga kami yang berprofesi sebagai petani. Karenanya, kita harus mencari bibit unggul dan berbagai upaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tutur Karna.
Lebih lanjut ia mengatakan, selain mengupayakan bibit unggul, pihaknya juga memberikan pupuk gratis senilai Rp 15 Miliar, diantaranya merupakan pupuk organik cair senilai Rp5 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).