- Juli 15, 2023
Saingi Kualitas Impor, Kementan Kembangkan Varietas Unggul Kedelai
SUKOHARJO – Kementerian Pertanian terus mengembangkan benih unggul kedelai seperti varietas grobogan yang mampu menghasilkan 7,5 ton per hektare. Hal tersebut merupakan langkah dalam meningkatkan kualitas bibit lokal agar mampu bersaing dengan kualitas impor.
Kedelai lokal harus lebih produktif dan menarik banyak pengusaha untuk menjadikannya sebagai market yang lebih luas. Hal itu diungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat meninjau pabrik pengolahan benih kedelai PT Putra Permata Pasifik di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (14/7/2023).
Menurut SYL, kedelai adalah komoditas strategis yang saat ini menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia. Karenanya, pemerintah terus mendorong para pelaku industri kedelai di Jawa Tengah untuk membantu para petani dalam menyerap hasil produksi.
“Kualitas bibit kita harus lebih produktif dibandingkan negara lain. Dan jangan lupa kita semua ini makan kedelai kan. Karena itu kedelai harus berkembang baik dengan segala upaya yang kita lakukan dan ini juga menjadi perintah Bapak Presiden. Memang budidaya itu harus diperhatikan dan yang paling sulit ada jaminan harga dari pemerintah. Karena itu harus kita tekan impornya dan tingkatkan produksinya,” katanya.
Pabrik pengolahan benih kedelai PT Putra Permata Pasifik di Kecamatan Grogol saat ini memiliki kapasitas mesin sortasi 2 ton per jam. Adapun benih siap salur (berlabel) saat ini adalah 50 ton dengan proses sertifikasi 2 lot sebanyak 15 ton, sehingga total target per tahunnya 1.000 ton benih. Jumlah itu masih sedikit karena pabrik baru beroperasi selama dua bulan.
Ke depan, untuk periode September-Oktober sudah ada lahan binaan yang akan dijadikan benih seluas 350 ha. Bila produktivitas rata-rata 1,5 ton, maka benih yang akan dihasilkan untuk mendukung program pengembangan kedelai sebanyak 500 ton.(*)