- Maret 5, 2023
Kolaborasi Kementan dan IBEKA, Tingkatkan Pemberdayaan Petani Muda Hortikultura
Pertanian merupakan salah satu sarana pembangunan berbasis potensi sumber daya alam dan kebudayaan yang mampu memberikan nilai tambah sehingga berdampak pada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Kementerian Pertanian memiliki tema rencana kerja pemerintah tahun 2023 yaitu “Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang kemudian diejawantahkan melalui program peningkatan nilai tambah dan daya saing.
Realisasi program peningkatan daya saing dilaksankan dengan memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini. Pembangunan pertanian sangat bergantung pada generasi mudanya sehingga menjadi suatu keniscayaan untuk membentuk generasi yang berkualitas. Direktorat Jenderal Hortikultura memahami peluang pembangunan pertanian dengan meningkatkan daya saing stakeholder hortikultura yang menitikberatkan pada pemberdayaan generasi muda pertanian.
Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) menginisiasi program pelatihan bagi petani Indonesia yang dinamakan Bimbingan Teknis Hortikultura dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing hortikultura. Tri Mumpuni selaku Direktur IBEKA menyambut baik kolaborasi pembangunan pertanian. Semangat integrasi dalam membangun bangsa dengan mengesampingkan ego sektoral dipadukan dengan program kerja IBEKA, peningkatan kapasitas petani melalui kegiatan pelatihan pertanian ramah lingkungan sekaligus dapat mengakses program kampung hortikultura. Kerjasama ini diharapkan menjadi link and match antara program Kementerian Pertanian dengan NGO, salah satunya IBEKA.
Bimbingan Teknis ini memberikan gambaran yang jelas mengenai aspek pertanian yang terintegrasi dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk saling berjejaring, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam mengembangkan pertanian terpadu. Dalam pelaksanaanya dikemas dengan konsep mengkombinasikan paparan, praktik lapang dan diskusi untuk melatih pemikiran sistematis dasar, pengetahuan pertanian ramah lingkungan, pengetahuan cara budidaya, pengetahuan pasca panen hingga pengetahuan tentang pemasaran. Bimbingan teknis ini dalam pelaksanaannya dibagi menjadi 3 gelombang dengan melibatkan 50 petani muda dari berbagai wilayah di Indonsesia pada setiap gelombangnya.
“Melalui pelatihan ini saya semakin semangat dan terbuka wawasan untuk membudidayakan tanaman obat serta berwirausaha produk olahan tanaman obat. Dari sini saya memperolah berbagai ide dan gagasan untuk diaplikasikan di kelompok tani”, ungkap Saddam, petani muda dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan setelah mengikuti bimtek gelombang 1 yang dilaksankaan 27 Februari hingga 3 Maret 2023.
Manfaat serupa dirasakan oleh Erni Yusnita, petani Kudus, Jawa Tengah memperoleh banyak pengalaman yang siap diaplikasikan bersama kelompok taninya. “Dengan mengikuti bimtek ini kami menerima banyak pembelajaran yang selama ini sangat kami butuhkan untuk mendorong pengembangan hortikultura di desa kami”, ujar Erni.
Berbagai respon positif ini sejalan dengan tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini. “Pembangungan pertanian sudah selayaknya diawali dengan investasi insani melalui penguatan kapasitas generasi muda untuk aktif mengambil peran pembaharuan. Pertanian menjadi pintu awal membangun negara karena memberikan program paling dekat dengan rakyat dan memberikan manfaat secara langsung. Bimtek Hortikultura adalah bentuk nyata hadirnya negara dalam membangun pertanian dengan membekali generasi muda pemahaman hulu hingga hilir’, ungkap Tri Mumpuni.
Dalam kesempatan terpisah Inti Pertiwi Nashwari, Direktur Perbenihan Hortikultura sebagai penanggung jawab kegiatan bimbingan teknis menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah meningkatkan peran generasi muda, maka perlu membekalinya dengan berbagai infromasi yang mampu menginspirasi agar menghasilkan inovasi komprehensif dalam meningkatkan daya saing hortikultura. Menyiapkan generasi muda pertanian yang tangguh mampu membentuk sistem pertanian berkelanjutan yang berdaya saing serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Konsep kolaborasi seperti ini perlu terus digencarkan untuk tmeningkatkan keteraksesan informasi pembangunan pertanian oleh para petani muda di selur penjuru Indonesia, sehingga akan mendorong terlahirnya petani muda penggerak yang inovatif serta mampu mendukung Kementan untuk mensukseskan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Kontributor:
Nenlis Erawati
Abdul Rahman