- Juli 25, 2022
DPRD ACEH BESAR DORONG PETANI JAGUNG MENJADI PETANI PENANGKAR
Aceh Besar – Program Ketahanan Pangan Nasional yang Maju, Mandiri dan Modren sedang digalakkan oleh Pemerintah Pusat melalui peningkatan produksi untuk menjamin kecukupan pangaan yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Pemerintah berkomitmen dan terus bekerja keras untuk meningkatkan produksi jagung nasional. Salah satu strategi adalah dengan cara peningkatan produksi menggunakan benih jagung berkualitas yang ditanam oleh penangkar atau produsen jagung baik skala nasional maupun skala kecil.
Hermis Yulindra dalam kunjungannya ke Kabupaten Aceh Besar, merespon Salah seorang petani biasa dari Kelompok Tani Teungku Meurah Zulfikar dari Aceh Besar bermotofasi untuk menjadi petani penangkar jangung hibrida, Zulfikar, sebagai salah satu contoh petani jagung yang mandiri, selain ketua Kelompok Tani Teungku Meurah kini Zulfikar menjadi petani penangkar jagung hibrida yang sebelumnya hanya petani biasa.” Jelas Hermis.
Zulfikar saat kami temui, menjelaskan meskipun saya baru 6 bulan menjadi penangkar benih tapi sudah menghasilkan benih jagung hibrida varietas Nakula Sadewa 29 sebanyak 1,2 ton. “ Lanjut Zulfikar. Ketika ditanya kenapa tertarik menjadi penangkar benih, Zulfikar menjawab “rencana untuk mengajak masyarakat petani dalam penyediaan benih”. Sebuah jawaban yang memang sangat diharapkan dan dianjurkan oleh Pemerintah agar petani mandiri dalam memenuhi kebutuhan benih dalam kelompoknya. “Sejak menjadi penangkar saya sudah paham sekitar delapan puluh persen tentang perbenihan, yang tadinya tidak tahu sama sekali mengenai benih” imbuh Zulfikar.
Disela-sela kegiatan, hal senada juga diperjelas oleh Ridwan selaku Pengawas Benih Tanaman menyampaikan bahwa kegiatan penangkaran jagung hibrida ini adalah untuk membantu petani dalam penyediaan benih jagung bersertifikat wilayah tersebut dan dapat menumbuh kembangkan produsen benih jagung hibrida, kami juga meminta dukungan pengawalan dan pendampingan semua pihak terkait merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.”Imbuh Ridwan. Selanjutnya Saya selaku pengawas Benih Ujar Ridwan,” hasil binaan dari BPTP Provinsi Aceh yang memang harus diawasi peredarannya, meskipun digunakan untuk kalangan sendiri. Mudah-mudahan kegiatan penangkaran benih jagung pada Kelompok Tani Teungku Meurah Aceh Besar ini berhasil dan memenuhi standar mutu sehingga para petani yang menggunakan benih tersebut nanti bisa mendapatkan hasil panen yang optimal dan lambat laun tidak mendatangkan benih dari luar lagi. “Tutup Ridwan.
Hermis pun menambah arahan pesan dari Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Amiruddin Pohan bahwa panen calon benih jagung hibrida tersebut nantinya disamping untuk memenuhi kebutuhan benih sendiri juga diorientasikan untuk komoditas ekspor guna mendukung program peningkatan tiga kali ekspor (GRATIEKS) yang telah dicanangkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.” Ujar Hermis.
Harapan Pemerintah semoga ada Zulfikar-Zulfikar lain yang tergerak hatinya untuk menjadi penangkar benih jagung hibrida agar tidak tergantung kepada penangkar atau produsen luar.” Tutup Hermis.
Penulis: Hermis Yulindra, SP
NIP. 197607282009012002
Staf Kelompok Penyediaan dan Pemanfaatan Benih
Direktorta Perbenihan Tanaman Pangan