- April 1, 2022
Kementan Gelar Bimtek, Tumbuhkan Produsen Benih Milenial Yang Handal
Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas hortikultura sangat ditentukan dari penyediaan benih bermutu. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya membutuhkan konsolidasi dan integrasi sistem produksi hortikultura dari hulu sampai hilir termasuk didalamnya usaha peningkatan kapasitas produsen benih dalam menghasilkan benih unggul bermutu.
Petani milenial adalah salah satu potensi sumber daya manusia yang diharapkan mampu merubah pendangan masyarakat terutama generasi muda bahwa petani itu tidak harus berurusan dengan tanah yang kotor, becek, tampang yang lusuh dan kumuh. Petani milenial mampu menghasilkan komuditas hortikultura dengan menggunakan peralatan yang modern dengan penampilan yang tidak kalah dengan pegawai kantoran dimana dapat menghasilkan produksi yang lebih baik.
Menyadari hal tersebut, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI mengadakan bimbingan teknis yang salah satu topiknya mendorong petani milenial menjadi produsen benih dan peran benih bermutu dalam peningkatan produksi hortikultura. Kegiatan ini dilaksanakan di Banda Aceh pada tanggal 30 s/d 31 Maret 2022 yang dikuti oleh petani dan pelaku usaha di wilayah Banda Aceh dan Kab Aceh Besar sebanyak 120 orang peserta.
Bapak Muslim, SHI, MM, anggota DPR RI dari komisi IV menyampaikan terimakasih kepada Ditjen Hortikultura atas terselenggaranya acara ini karena menurutnya selama ini walaupun sudah banyak program pemerintah yang diberikan kepada petani dan pelaku usaha namun untuk kegiatan bimbingan teknis masih dirasa perlu ditingkatkan. Bimbingan teknis ini sangat berguna bagi percepatan dan pemerataan informasi dan keterampilan bagi pelaku usaha hortikultura di daerah papar legislator asal daerah pemilihan Aceh II ini.
Kita tahu betul, bahwa satu-satunya sektor yang bertahan karena krisis ekonomi dan covid adalah sektor pertanian. Disisi lain konsumsi buah-buah dan sayuran semakin meningkat dari tahun ke tahun dan kita selalu optimis adanya peningkatan produk hortikultura. Dengan adanya bimtek ini, diharapkan peserta dapat memaksimalkan kesempatan ini dengan berperan aktif diacara bimtek dan kepada narasumber dapat memaparkan materi yang akhirnya dapat digunakan oleh petani dan pelaku usaha. Fungsi kontrol dari DPR RI sangat diperlukan supaya kegiatan yang diadakan oleh Kementerian atau Lembaga dapat bermanfaat bagi masyarakat semua.
Hal serupa juga ditegaskan oleh koordinator Pengembangan Varietas , Ir Watiningsih, MM yang mewakili Direktur Jenderal Hortikultura yang berhalangan hadir, menyampaikan program dan kegiatan di Ditjen Hortikultura dalam rangka meningkatkan daya saing produk hortikultura melalui pengembangan kampong hortikultura dengan menfasilitasi sarana produksi termasuk benih bermutu.
Pada kesempatan ini, ka BPSB TPHP Prop Aceh Habiburrahman, SP, MSc memaparkan materi peran benih bermutu dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Beliau menegaskan bahwa diharapkan petani milenial dan pelaku usaha hortikultura bisa menjadi seorang produsen benih sehingga kebutuhan benih hortikultura di Prop Aceh tidak dipasok lagi dari luar propinsi dan ini tentunya akan menambah income petani dan pelaku usaha tersebut. Bapak Habiburrahman juga menyampaikan bahwa benih yang dibeli harus mempunyai label dan label tersebut harus disimpan terutama untuk benih buah. Tujuannya adalah jika nanti terutama jenisnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka produsen benih dan BPSB yang memberi label bisa dilaporkan ke pihak aph.
Dihubungi secara terpisah, Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, SP, MSi menyatakan bahwa benih yang dihasilkan dari proses produksi benih bermutu harus sesuai kaidah yang berlaku. Karena benih bermutu kunci keberhasilan budidaya, maka dengan diadakanya pertemuan tersebut diharapkan petani mempunyai gairah untuk bisa membawa peluang pasar, menumbuhkan semangat wirausaha untuk menjadi seorang produsen benih yang berkompetensi. Selain meningkatkan ilmu, tentunya hal ini juga dapat turut serta dalam mendorong berkembangnya geliat ekonomi pertanian bagi wilayah setempat.
Kontributor
Nenlis Erawati
PBT Muda Dit Perbenihan Hortikultura