• Maret 6, 2022

DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA GANDENG PENANGKAR BENIH MILENIAL UNTUK PRODUKSI BENIH BUAH BERMUTU

DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA GANDENG PENANGKAR BENIH MILENIAL UNTUK PRODUKSI BENIH BUAH BERMUTU

Pengembangan kampung hortikultura yang terdiri dari kampung buah, sayuran, tanaman obat, dan florikultura merupakan salah satu program unggulan Direktorat Jenderal Hortikultura. Di dalam pelaksanaannya komponen penyediaan benih menjadi penentu utama dalam keberhasilan pengembangan kampung hortikultura.Kebijakan dan strategi dalam perbenihan hortikultura juga semakin diselaraskan untuk memastikan bahwa benih-benih yang dihasilkan adalah benih yang bermutu.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari menjelaskan, “Kebutuhan benih buah untuk pemenuhan kampung buah tahun 2023 sebanyak 6.129.000 batang.Penyediaan benih buah ini selain didukung oleh lembaga perbenihan pemerintah dalam hal ini Balai Benih Hortikultura, juga akan didukung oleh stakeholder perbenihan lainnya seperti lembaga penelitian ataupun produsen benih. Dengan semakin meningkatnya jumlah kebutuhan benih untuk pemenuhan kampung buah dan adanya kendala keterbatasan jumlah benih yang sanggup diproduksi oleh Balai Benih Hortikultura, maka Direktorat Jenderal Hortikultura memperluas kerjasama produksi benih dengan lembaga-lembaga penelitian dan produsen benih. Sedangkan untuk kebutuhan kampung buah yang benihnya tidak bisa dipenuhi dari produksi benih, maka dilaksanakan melalui kegiatan pengadaan benih”.

Target produksi benih tahun 2022 untuk pemenuhan kampung buah tahun 2023 yang akan dilakukan kerjasamanya dengan lembaga penelitian dan produsen benih terdiri dari benih alpukat sebanyak 44.000 batang, benih lengkeng sebanyak 75.000 batang, dan benih pisang sebanyak 2.025.000 batang. Oleh karena itu Direktorat Jenderal Hortikultura akan menggandeng produsen benih untuk bekerjasama dalam hal produksi benih”, lanjut Inti Pertiwi.

Inti Pertiwi menambahkan, “Produsen benih yang akan bekerjasama haruslah telah memiliki sertifkat kompetensi sebagai produsen benih. Selain itu, dalam proses produksi benih harus mengikuti ketentuan yang berlaku yaitu melalui proses sertifikasi benih oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

Saat ini telah dilakukan penjajakan kerjasama produksi benih ke beberapa produsen benih, salah satunya adalah KT. Mustika Tani Bogor yang sudah sejak tahun 2009 menjadi produsen benih hortikultura. Kelompok tani yang beranggotakan para penangkar benih milenial ini berlokasi di Pamoyanan, Kota Bogor dan diketuai oleh Moch. Rahmat. Kelompok mengelola lahan yang disewanya seluas 10 Ha dengan jumlah anggota sebanyak 12 orangpetani penangkar yang berusia 30 – 40 tahun. Benih hortikultura yang dihasillkan meliputi alpukat, durian, lengkeng, manggis, mangga, rambutan, jambu kristal, dan jambu air. Benih hasil produksinya dipasarkan di sekitar Bogor hingga keluar kota, pembelinya mulai dari perorangan, kelompok tani, perusahaan ataupun pemerintah.

Pada saat kunjungan ke KT. Mustika Tani Bogor, 5 Maret 2022, Inti Pertiwi menyebutkan, “Pola kerjasama produksi benih dengan produsen benih dilakukan melalui model swakelola berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2021 juncto Nomor 16 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Direktorat Jenderal Hortikultura akan menyediakan anggaran untuk produksi benih kepada produsen benih. Produsen benih berkontribusi dalam melaksanakan produksi benih hingga benih siap salur.  

Moh. Rahmat beserta anggota kelompok lainnya yang ikut berkumpul dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah karena pemerintah mempercayakan kelompoknya untuk ikut berkontribusi menyediakan benih untuk program kampung buah tahun 2023. Bagi Rahmat, ini adalah pertama kalinya kelompoknya mendapatkan perhatian dari pemerintah, meskipun selama ini ada Pengawas Benih Tanaman yang secara rutin melakukan pendampingan kepada kelompoknya, namun kedatangan pihak direktorat perbenihan menjadi berbeda karena memberikan motivasi dan semangat bagi kelompoknya untuk terus menghasilkan benih-benih buah yang bermutu.

Dalam diskusi santai yang dilakukan di dalam saung di kebun kelompok pada sabtu siang kemarin, telah disepakati beberapa hal yang berkaitan dengan kerjasama yg akan dibangun, seperti besaran unit cost atau harga pokok produksi benih. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan anggaran fasilitasi benih hortikultura sehingga perlu perencanaan yang akurat dalam penetapan unit cost benih. Perhitungan unit cost ini akan menjadi dasar untuk memberikan anggaran produksi benih kepada produsen benih. Jumlah benih sangat mempengaruhi unit cost. Semakin besar jumlah benih maka efisiensi bisa ditekan dan unit cost akan semakin kecil. Jika unit cost sudah ditentukan maka harga jual benih bisa ditetapkan. Harga jual ditentukan dengan mempertimbangkan harga kompetitor dan besaran margin yang diharapkan”, ujar Inti Pertiwi.

Peranan produsen benih dalam penyediaan benih buah bermutu sangatlah penting, namun disisi lain produsen benih memiliki keterbatasan dalam produksinya. Rahmat menjelaskan, “Motivasi saya untuk menjadi produsen benih adalah untuk mengembangkan pertanian pada generasi muda di Bogor. Namun sampai saat ini kendala yang dihadapi adalah terbatasnya ketersediaan benih sumber khususnya lengkeng, pemasaran benih, serta kurangnya pendampingan legalitas benih karena benih yang diproduksi belum semua disertifikasi oleh BPSB. Oleh karena itu Saya berharap adanya bimbingan dari Direktorat Perbenihan Hortikultura agar dokumen sebagai produsen benih bisa tertata dengan rapi, beberapa varietas unggul yang dimiliki bisa menjadi varietas unggul nasional dan bisa dipasarkan lebih luas, serta adanya fasilitasi benih sumber lengkeng varietas Kateki”. Menanggapi yang disampaikan oleh para petani penangkar tersebut, Direktur Perbenihan Hortikulturaberjanji akan melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap kendala yang dihadapi oleh KT. Mustika Tani Bogor.

Berdasarkan hasil identifikasi, KT. Mustika Tani Bogor sanggup menghasilkan benih alpukat sebanyak 25.000 batang. Varietas alpukat yang akan diproduksi mayoritas adalah Cipedak. Selain itu kelompok tani ini juga mampu memproduksi benih pisang kultur jaringan sebanyak 300.000 batang. Sedangkan untuk lengkeng varietas Kateki tidak mampu untuk disediakan karena keterbatasan benih sumber. “Kami sangat senang dapat berkontribusi dalam penyediaan benih buah. Kami harap kunjungan dari Direktur Perbenihan Hortikultura ini dapat terjalin kerjasama antara KT. Mustika Tani Bogor dengan Direktorat Jenderal Hortikultura dan dapat berlanjut terus hingga tahun mendatang”, tutup Rahmat selaku Ketua KT. Mustika Tani Bogor.

Kontributor :

Valentina Theresia

Ircham Riyadi

Endar Heri Susanto

Berita Terkait

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala Industri dengan Spanyol

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala…

  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama jajaran Eselon I Kementerian Pertanian…
Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

SPANYOL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi salah satu…
Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen House Almeria Spanyol

Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen…

SPANYOL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi Screen House…