• Maret 4, 2022

KEMENTAN SIAPKAN REGISTRASI GAP PADA KAMPUNG MANGGIS DI BOGOR

KEMENTAN SIAPKAN REGISTRASI GAP PADA KAMPUNG MANGGIS DI BOGOR

Siapa yang tak kenal dengan manggis Bogor.  Selain warnabuahnya yang eksotis dengan warna merah keunguan dan berbentuk bulat lonjong, rasanya yang sedikit manis segar membuat konsumen mana saja akan enggan untuk berhentimemakannya.  Topografi dan jenis tanah di Bogor mendukungusaha budidaya manggis sehingga menghasilkan buahbermutu dan memiliki keunggulan komparatif dibandingwilayah lain.  

“Kami sudah hampir 50 tahun melakukan budidaya manggis, dan selama ini hasil usaha kami sebagian besar kami jual kepasar tradisional, memang ada sebagian yang dijual kepengumpul untuk dipasarkan ke packing house memenuhikuota ekspor, tapi sistemnya masih belum baik   kata Edi Warman, Ketua Kelompoktani Wana Lestari yang berlokasi diKampung Cikadu Desa Sadeng Kecamatan Leuwi SadengKabupaten Bogor.  Kami merasa kesepakatan harga masihkurang berpihak kepada pihak kami sebagai petani, dan 2 tahun lalu kami menjalin PKS dengan salah satu packing house manggis di wilayah Bogor, dan kami pun belum merasaterjadi kesepakatan yang win win solution”, tambahnya.  KT Wana Lestari ini melakukan usahatani manggis dan durian pada lahan seluas 20 hektar dan menjadi salah satu kampung manggis di Kabupaten Bogor.  Disampaikan, bahwa kampung manggis ini akan dikembangkan dengan prinsip keterkaitanbantuan hulu dan hilir sehingga akan terbentuk wilayah pengembangan hortikultura yang berkelanjutan dalam 1 (satu) wilayah administratif sehingga memenuhi skala ekonomi yang menguntungkan serta mampu mendorong tumbuh kembangnya unit usaha terkait lainnya.

Pada tempat terpisah, Kepala Bidang TPH Kabupaten Bogor, Ida Sri Widaningsih, yang akrab disapa Bu Ida menyebutkanbahwa Bogor siap mengembangkan kampung manggis karenamemang manggis merupakan salah satu komoditas unggulandi Kabupaten Bogor dan turut berkontribusi terhadap ekspormanggis nasional, dengan varietas yang telah dilepasKementan pada Tahun 2010 dengan nama varietas ’Manggis Raya”.   Data produksi manggis di Bogor tahun 2019 mencapai 6.694 ton, dan dari jumlah produksi ini rata-rata ekspor manggis sekitar 10% yang bersumber dari Packing House Mahkota Manggis Sehati, Raja Manggis dan Manggis Elok.  Pada tahun 2021, tambah lagi satu PH yang sudahdiregistrasi, yaitu CV Segar Buah Makmur, ini menambahpotensi ekspor manggis semakin besar, ungkapnya.  Dijelaskan bahwa populasi manggis tersebar di beberapakecamatan sentra yaitu Leuwiliang, Leuwisadeng, Cigudeg, Jasinga, Nanggung, Sukajaya dan Sukamakmur dengankondisi agroklimat lahan yang sesuai.  Petani yang siap, lahansesuai, dan tuntutan pasar yang semakin tinggi akan terusmendorong agribisnis manggis di Kabupaten Bogor.  “Semuapenerima bantuan kampung hortikultura ini akan diusulkanuntuk diregistrasi kampung yang selanjutnya akan dilakukansertifikasi GAPtambahnya.  Di tahun 2021, sebagian kebunmanggis di Kabupaten Bogor sudah mulai dan terus diprosesdalam registrasi kebun, baik permohonan awal maupunperpanjangan nomor registrasi, dan dengan adanya kampung hortikultura, maka proses sertifikasi GAP akan semakindibutuhkantegasnya.

Sub Koordinator mutu, Direktorat PPHH, Dina Martha Susilawati menjelaskan bahwa persyaratan yang perludisiapkan untuk kegiatan registrasi kampung adalah beradadalam satu wilayah administratif dengan kesesuaianagroklimat, terkonsentrasi, berskala ekonomi denganmanajemen usahatani yang terfokus dan terintegrasi menujupenumbuhan dan pengembangan UMKM.  Dalampembentukan kampung hortikultura, pemerintah melalui Ditjen. Hortikultura akan memberikan satu paket bantuan lengkap seperti benih, saprodi, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, hingga sarana dan prasarana pascapanen dan pengolahan. Bahkan off taker juga dilibatkan sebagai jejaring pemasaran penguatan kelembagaan kampung hortikultura.

Dina menambahkan, ke depannya, kampung hortikultura yang telah teregistrasi ini akan dibina dan terus dikembangkanmenjadi kebun dan atau lahan usaha hortikultura yang siapmendapatkan sertifikasi GAP.  Lahan yang sudah memenuhititik kendali GAP dan melengkapi dokumen persyaratan akandinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat GAP. Perlupenyiapan dokumen sistem mutu agar jika akan disertifkasi, kelompok sudah siap.  Umumnya petani belum memilikipencatatan yang baik dan rapi sehingga dijelaskan bagaimanapembuatan buku kerja dan pencatatan yang baik sesuaidengan praktik hortikultura yang baiktambahnya. Banyak manfaat yang kita dapatkan jika kelompoktani melakukanregistrasi kebun, diantaranya adanya pengakuan jaminan mututerhadap produk hortikultura yang dihasilkan, yang terbuktidari sertifikat GAP.  Updating data registrasi harus terusdilakukan untuk mendapatkan akurasi data,” tambah Dina.  

Di kesempatan terpisah Direktur Pengolahan dan PemasaranHasil Hortikultura, Ir. Bambang Sugiharto, M.Eng,Sc.menyampaikan bahwa kegiatan kampung  buah inidilaksanakan sesuai dengan program  Ditjen Hortikultura, yang mengusung konsep One Village One Variety (OVOV)berbasis pengembangan terintegrasi hulu-hilir denganpengembangan komoditas sesuai dengan agroekosistemnya. Terkonsentrasi dan terfokus dimaksudkan untuk memudahkandalam pengawalan, monitoring, mudah diakses dan terintegrasi dengan luasan minimal 10 hektar dalam satuwilayah administratif.  Diharapkan dengan informasipersyaratan kampung dan registrasi GAP, kelompok tanimenjadi semakin bersemangat dalam menciptakan kampung hortikultura dan menerapkan GAP Hortikultura dalam rangkapeningkatan mutu dan daya saing produk yang dihasilkan”tutupnya.

Ditulis oleh:

Dr. Dina Martha Susilawati, S.Si.,M.Si

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Muda

 

Berita Terkait

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala Industri dengan Spanyol

Mentan SYL Siap Kerjasama Pengembangan Green House Skala…

  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama jajaran Eselon I Kementerian Pertanian…
Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

Menyulap lahan tandus jadi pemasok sayur terbesar Eropa

SPANYOL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi salah satu…
Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen House Almeria Spanyol

Perkuat Pangan Lintas Negara, Mentan SYL Kunjungi Screen…

SPANYOL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi Screen House…