- Maret 28, 2022
PENGEMBANGAN PETERNAK BEBEK DARI HULU SAMPAI HILIR
Siapa sangka Lulusan IPB Agronomi Iwan Ridwan Pengusaha kecil yang sukses dengan sentuhan konsep integrated farming petani ternak bebek peking yang memanfaatkan lahan berukuran 4000 meter dengan konsep LEISA ( LOW EKSTERNAL INPUT ANDSUSTAINABLE AGRICULTURE) Penerapan Sistem Peternakan Terpadu.
Ketidak sengajaan kami bertemu dilokasi ternak bebek Peking yang berlokasi di Kampung Cikabon Desa Cibunar Kec. Parung Panjang Kab. Bogor, Ridwan bercerita tentang peroses dari awal menjadi ternak bebek Peking yang dibangun dengan keringat dan airmata sampai sukses sekarang ini,” pungkas Ridwan.
Berawal dari tahun 2020 persisnya saat Indonesia dilanda virus covid-19, Ridwan membuat konsep peternak bebek dari Hulu hingga hilir yg dikelola bersama teman – teman seangkatan waktu SMP dengan modal awal 200 juta.
Alhamdulillah dua tahun sudah berjalan dengan proses awal dari pembesaran bebek serta kita coba eksperimen buat pakan sendiri alternatif pada saat perkembangan yaitu Alhamdulillah sampai 7000 ekor dengan kemitraan kita, nah pada saat perjalanannya copied-19 kita kesulitan untuk dod bibit bebek, kita kesulitan karena perusahaan besar yang punya alat tersebut, akhirnya kami bersama rekan-rekan di sini inisiasi coba untuk puasa puasa dari hasilnya bebek guna untuk mecari indukan dari kecil kita besarkan kita silangkan sendiri,” ujarnya.
Alhamdulillah saat ini ada kurang lebih 1000 ekor calon indukan sudah ada yang bertelur dan belajar bertelur bebek peking dan hibrida, insya Allah untuk tahun besok kami lagi mencoba silangkan juga peking dan hibrida untuk jadi hibrida coklat kami juga ada pengembangan kearah sana, kendalanya terutama untuk bahan baku dan segala sesuatunya kita kesulitan terutama untuk permasalahan penyediaan dan permodalan untuk bahan makannya, karena dengan volume indukan yang ada ini kurang lebih kebutuhan pakan bahan bakunya itu agak lumayan mahal, lanjut Ridwan, kami di sini bergeraknya tradisional bahu-membahu dalam arti mengumpulkan modal usaha bersama sama demi terwujud apa yang sekarang ini terlihat lumayan sukses,” pungkas Ridwan.
Saat ini kami masih menggunakan pakan yang sangat minim belum optimal, kalau seandainya memang ada pihak dari luar untuk kerjasama atau pemerintah yang bisa bantu kami disini mungkin akan bisa menghasilkan yang lebih optimal bahkan lebih baik lagi penghasilan dari bebek ini.”lanjutnya.
Sementara stok dipersiapkan untuk makanannya 1000 bebek indukan kita butuh per hari sekitar 3 kuintal atau seberat 9 ton untuk 1000 ekor untuk indukan, itu di luar dari vitamin konsentrat dan lain-lain. Sedangkan hasil dari yang ada di sini kita tetaskan sendiri kurang lebih sudah 2000-3000 ekor dod nah itupun pakan kita produksi sendiri, sampai saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan artinya kurang optimal. kalau untuk hasil petani Alhamdulillah, jelas Ridwan.
Jadi ketika memelihara bebek ini dengan kita bahu-membahu swadaya bareng-bareng, petani itu perbulan dari 300 ekor mereka bisa pendapatan 2 sampai 3 juta perbulan dari hasil ini
Kita rangkul anak – anak muda disini untuk belajar ada yang sudah bisa sendiri bahkan kami buka training, setiap desa di Kecamatan Parungpanjang ini terdapat kandang kandang bebek yang bisa menghasilkan serta penambahan peningkatan ekonomi petani, bahkan niat kami bagaimana caranya Parung panjang merupakan salah satu penghasil bebek yang terbesar, maksudnya untuk wilayah kabupaten Bogor lah, pungkasnya.
Sedangkan harganya untuk bebek seperti ini, Alhamdulillah unit di sini walaupun kecil-kecil kita sudah ada unit pakan gilingannya sendiri terus hidupkan yang seperti kita lihat sendiri disini, sementara unit penetasan tadi yang kita lihat juga mesinnya unit pembesaran itu sekarang ada di tiga desa dibagi beberapa petani tinggal 1 unit lagi yang kita belum jalan kan yaitu unit RPH Rumah potong hewan nya karena kita coba keluarkan itu dalam bentuk karkas bukan dalam bentuk hidup masih butuh sentuhan dari pihak pemerintah untuk bisa bantu kita, bagus ya seperti apa perizinan dan selanjutnya kita belum mengerti Pak kan gitu kan,” jelas Rudwan.
Jadi butuh support memang kami ini dari nol bagusnya Seperti apa untuk mendukung kami disini ikut aja kebijakan pemerintah seperti apa, kami punya mainan yang besar ini kekuatan kami mampu bertahan bagaimana caranya: keuntungan yang kami dapat tidak kami pakai kami gunakan untuk modal lagi berputar dulu kurang lebih seperti itu.
Alhamdulillah ini kita masukkan ke dalam bentuk usaha bantuan dari pemerintah bantuan operasional sekolah MI ada cuman itu kan belum mencukupi kalau kita untuk berkembang lebih besar lagi karena di sini yang kurang mampu Yatim piatu kita bebaskan dari biaya, dari hasil bebek ini salah satunya support untuk yayasan kurang lebih seperti itu. Harapan kami pada pemerintah dari desa, Kecamatan, Kabupaten, Kementerian khususnya kalau memang bisa bantu kami ya kami semua terbuka sekali mengikuti gimana caranya program pemerintah ini ya kali bisa ikut andil dalam pemberdayaan masyarakat kurang lebih seperti itu.
Sementara pegawai kami terdiri dari 30 pegawai dengan masing masing tugas termasuk yang di Restoran.” Tutup Ridwan.