• Februari 27, 2026

Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, Kementan Berikan Materi Ngonten Cerdas sebagai Strategi Digital

Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, Kementan Berikan Materi Ngonten Cerdas sebagai Strategi Digital

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian kembali memperkuat kompetensi digital penyuluh melalui agenda rutin Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 06, Selasa (24/02/2026). Kegiatan ini membekali penyuluh dengan strategi kreatif dalam mengemas pesan pembangunan pertanian di ruang digital.

Mengusung tema “Ngonten Cerdas Ala Penyuluh”, Ngobras menghadirkan Wahyu Indarto (Ketua Kelompok Substansi Hubungan Masyarakat, Biro Komunikasi Layanan Kementerian Pertanian) dan Arifah Eviyanti (Penyuluh Pertanian Kabupaten Boyolali). Kegiatan berlangsung interaktif dan informatif, serta disiarkan melalui kanal YouTube @pusluhtanri dan Zoom Meeting, diikuti penyuluh dan petani dari berbagai daerah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya adaptasi teknologi bagi penyuluh.
“Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Di era digital, penyuluh harus mampu menguasai media sosial untuk menyebarkan inovasi teknologi secara cepat kepada petani. Jangan kalah dengan tren, jadikan konten sebagai alat perjuangan swasembada pangan,” ujar Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa kreativitas menjadi kunci menarik minat generasi muda.
“Pertanian harus tampil keren dan modern. Media sosial bukan hanya hiburan, tetapi sarana pembelajaran jarak jauh yang efektif untuk menjangkau penyuluh di lapangan,” tegas Idha.

Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, menambahkan bahwa penyuluh perlu beradaptasi dengan tren komunikasi publik. Melalui konten yang cerdas, penyuluh dapat membangun kepercayaan sekaligus memperluas jangkauan edukasi tanpa batas ruang dan waktu.

Dalam paparannya, Wahyu Indarto menjelaskan bahwa keberhasilan di media sosial dimulai dari perencanaan tujuan, target audiens, dan branding akun. Ia mengingatkan agar penyuluh tidak membeli pengikut karena dapat merusak kredibilitas. Penyuluh didorong mengutamakan kualitas informasi, visual, dan substansi konten dibanding sekadar mengejar jumlah pengikut.

Untuk meningkatkan keterlibatan (engagement), ia menyarankan pemanfaatan fitur platform, penggunaan visual yang menarik, serta kolaborasi dengan akun lain. Konsistensi jadwal unggahan juga menjadi kunci agar pesan edukasi pertanian tersampaikan secara berkelanjutan.

Arifah Eviyanti menambahkan bahwa konten tidak selalu membutuhkan banyak pengikut di awal, terutama di platform seperti TikTok. Konten dapat menjadi sarana personal branding, media informasi, bahkan peluang penghasilan tambahan melalui affiliate atau endorse.

Ia membagikan “Rumus Konten” efektif: Hook pada tiga detik pertama untuk menarik perhatian, Body sebagai inti pesan, dan Call to Action (CTA) untuk mendorong interaksi. Jenis konten yang disarankan meliputi edukasi, tutorial, keseharian (daily life), hingga before after, dengan kemasan yang relevan dengan kehidupan petani.

Bagi pemula, Arifah menyarankan fokus pada maksimal dua platform terlebih dahulu. Penggunaan mikrofon dianjurkan untuk menjaga kualitas audio, sementara proses editing dapat dilakukan dengan teknik dasar seperti cut, trim, dan penambahan teks. Video berdurasi panjang dapat diunggah ke YouTube, sedangkan potongan hingga dua menit cocok untuk TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

Sebagai penutup, pendamping kegiatan, Pito, menegaskan bahwa tantangan utama bukan manajemen waktu, melainkan kemauan untuk memulai dan konsisten.

“Jangan takut dan malu untuk mulai membuat konten,” pungkasnya.(RS)

Berita Terkait

Indonesia Perkuat Standar Kesehatan Hewan di Tengah Pembatasan Impor Unggas Saudi

Indonesia Perkuat Standar Kesehatan Hewan di Tengah Pembatasan…

Jakarta — Kementerian Pertanian menyatakan kebijakan pembatasan impor unggas dan telur oleh…
Genjot Hilirisasi, Sawit Jadi ‘Miracle Crop’ Andalan RI di Pasar Global

Genjot Hilirisasi, Sawit Jadi ‘Miracle Crop’ Andalan RI…

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat hilirisasi kelapa sawit guna meningkatkan…
Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak Sawah dan Program Strategis Tak Boleh Kendur

Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas…