• Februari 17, 2026

Pemanfaatan Limbah Jagung Jadi Briket, Inisiatif KKN UNS Dukung Kampung Iklim Desa Jatiroyo

Pemanfaatan Limbah Jagung Jadi Briket, Inisiatif KKN UNS Dukung Kampung Iklim Desa Jatiroyo

Limbah tongkol jagung yang selama ini hanya dibuang atau dibakar ternyata menyimpan potensi sebagai sumber energi alternatif dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat desa. Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 53 Universitas Sebelas Maret. Desa Jatiroyo menggelar pelatihan pembuatan briket arang berbahan tongkol jagung sebagai upaya mendorong pemanfaatan limbah pertanian bernilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, dan diikuti oleh sekitar 44 ibu PKK Desa.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mendorong pengembangan UMKM berbasis sumber daya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Program Kampung Iklim melalui pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Jatiroyo dan Sekretaris Desa sebagai bentuk dukungan terhadap program mahasiswa.

Secara tidak langsung, kegiatan ini juga selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), melalui upaya pemanfaatan limbah pertanian dan pengurangan praktik pembakaran terbuka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai dampak negatif pembakaran limbah pertanian serta potensi ekonomi tongkol jagung. Selanjutnya, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan briket arang, mulai dari pembakaran tongkol jagung, penghalusan arang, pengayakan, pencampuran dengan bahan perekat, hingga pencetakan dan pengeringan.

Kegiatan ini difokuskan pada sosialisasi dan demonstrasi proses pembuatan briket arang tongkol jagung. Melalui materi yang disampaikan, peserta mengetahui bahwa dari 5 kilogram tongkol jagung dapat dihasilkan sekitar 40 briket arang, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk UMKM desa.

Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Ketua PKK Desa Jatiroyo menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru bagi masyarakat. “Selama ini tongkol jagung hanya dibuang atau dibakar, ternyata bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN 53 UNS berharap masyarakat Desa Jatiroyo dapat lebih kreatif dalam mengelola limbah pertanian, sehingga tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Pertanian Moncer, Wamentan Sudaryono Minta HKTI Ikut Kawal Program Hingga ke Petani

Pertanian Moncer, Wamentan Sudaryono Minta HKTI Ikut Kawal…

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan peran strategis Himpunan Kerukunan…
Di Tengah Ancaman Global, Cadangan Beras RI 5 Juta Ton, DPR Angkat Topi

Di Tengah Ancaman Global, Cadangan Beras RI 5…

Jakarta, – Di tengah tekanan global dan potensi gangguan pasokan pangan dunia,…
Kementan Perkuat Penyuluh Hadapi Hama Padi di Musim Kemarau

Kementan Perkuat Penyuluh Hadapi Hama Padi di Musim…

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian menggelar Mentan Sapa…