- Januari 15, 2026
Dari Tujuan Swasembada ke Peningkatan Kesejahteraan Petanii
Selama bertahun-tahun, hampir setiap dokumen Penyusunan Rencana Strategis teknokratis Kementerian Pertanian selalu menetapkan *peningkatan produksi* sebagai tujuan utama pembangunan. Jarang sekali kita temukan fokus pada *peningkatan nilai tambah* melalui hilirisasi produk pertanian.
Jika pola ini terus berlangsung, maka pembangunan pertanian hanya menjadi alat pemenuhan kebutuhan pangan nasional—bukan sebagai jalan peningkatan kesejahteraan petani sebagai pelaku utamanya.
Produksi memang penting, dan tidak mudah. Tapi jika produksi terus digenjot tanpa jaminan harga, pasar, dan nilai tambah, maka yang terjadi justru kerugian di tingkat petani. Banyak yang akhirnya meninggalkan sektor pertanian karena tidak menjanjikan.
Fokus tunggal pada produksi bahkan berisiko memperparah ketimpangan struktural, memperkuat ketergantungan, dan melemahkan daya saing. Kita hanya menjadi eksekutor pemenuhan produksi bukan penentu perubahan kebijakan
Sudah saatnya *hilirisasi dan nilai tambah menjadi orientasi utama*, agar pertanian tidak hanya memberi makan bangsa, tapi juga memperkuat kemandirian ekonomi petani.
*M. Chairul Arifin*