• November 11, 2025

Mentan Ikut Teken SKB Percepatan Infrastruktur Pascapanen, Pastikan Hasil Petani Terserap Maksimal

Mentan Ikut Teken SKB Percepatan Infrastruktur Pascapanen, Pastikan Hasil Petani Terserap Maksimal

Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan BUMN menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penugasan Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen pada Selasa (11/11/2025).

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Terbatas 28 September 2025 yang menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional, khususnya di tahap pascapanen.

“Ini perintah langsung Bapak Presiden. Pemerintah tidak boleh membiarkan hasil panen petani terhambat penyerapannya hanya karena keterbatasan gudang. Kita harus bertindak cepat, karena produksi meningkat signifikan,” kata Mentan Amran usai penandatanganan SKB yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Mentan Amran menjelaskan, produksi beras nasional tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diproyeksikan sebesar 34,77 juta ton, atau naik sekitar 13,54 persen dari tahun sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, pemerintah berkomitmen agar hasil panen petani terserap maksimal melalui penyediaan infrastruktur pascapanen yang memadai.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Zulhas menegaskan bahwa SKB ini menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan program lintas kementerian. Setelah SKB, pemerintah juga akan menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) agar langkah percepatan ini dapat segera diimplementasikan di lapangan.

“Melalui perintah Bapak Presiden, kita harus segera membangun gudang yang disepakati jumlahnya 100. Kita siapkan anggaran Rp5 triliun, ini kita siapkan dan kita kaji bareng-bareng. Karena ini merupakan jawaban dari keluhan petani akan percepatan penyerapan gabah atau jagung dari petani,” jelasnya.

Zulhas menambahkan, penyediaan infrastruktur pascapanen ini bukan hanya soal pembangunan fisik gudang, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat cadangan pangan nasional, serta memastikan petani tidak merugi akibat keterlambatan penyerapan.

“Produksi kita luar biasa, tapi gudangnya kurang. Karena itu, hari ini kita ambil langkah cepat dengan SKB ini. Tahun depan produksi akan lebih tinggi lagi, dan kita harus siap sejak sekarang,” tegas Zulhas.

Berita Terkait

Wamentan Sudaryono Kumpulkan Eksportir dan Perusahaan Refinery, Sepakat Bisnis Sawit Tetap Normal dan Harga TBS Dijaga

Wamentan Sudaryono Kumpulkan Eksportir dan Perusahaan Refinery, Sepakat…

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mengumpulkan pelaku industri sawit nasional mulai dari…
Kementan-BUMN Tegaskan Hilirisasi Ayam di Bone untuk Peternak Rakyat

Kementan-BUMN Tegaskan Hilirisasi Ayam di Bone untuk Peternak…

Makassar – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN pangan mempertegas komitmen pengembangan hilirisasi…
Kementan Perkuat Kemandirian Industri Peternakan, Dorong Investasi Vaksin dan Obat Hewan di Sulsel

Kementan Perkuat Kemandirian Industri Peternakan, Dorong Investasi Vaksin…

Makassar — Kementerian Pertanian terus memperkuat kemandirian subsektor peternakan nasional melalui pengembangan…