• Oktober 21, 2025

Timor Leste Tuntaskan Analisis Risiko Impor 2025! Peluang Ekspor Unggas Indonesia Makin Meningkat

Timor Leste Tuntaskan Analisis Risiko Impor 2025! Peluang Ekspor Unggas Indonesia Makin Meningkat

Bangli – Proses Import Risk Analysis (IRA) yang dilakukan delegasi Ministry of Agriculture, Livestock, Fisheries and Forestry (MALFF) Republik Demokratik Timor Leste di Indonesia resmi berakhir, menandai langkah penting menuju pembukaan akses pasar unggas, produk unggas termasuk telur konsumsi Indonesia ke negara tetangga tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama perdagangan sektor peternakan di kawasan ASEAN (17/10).

Rangkaian kegiatan IRA dilakukan di beberapa unit usaha milik PT. Raja Jeva Nisi dan PT. Sreeya Sewu di Provinsi Jawa Barat, PT. Wonokoyo di Jawa Timur, dan menutup rangkaian IRA ke CV. Sari Rahayu di Bangli, Bali. Evaluasi ini menjadi prasyarat sebelum izin impor resmi diberikan oleh Pemerintah Timor Leste.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, menyampaikan bahwa selesainya rangkaian IRA ini merupakan momentum penting dalam memperkuat posisi produk peternakan Indonesia di pasar regional. “Kami menyambut baik proses yang telah dilakukan oleh delegasi Timor Leste. Pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan bahwa seluruh unit usaha peternakan memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, dan mutu produk yang diakui secara internasional,” ujarnya.

Menurut Makmun, langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong ekspor produk peternakan di kawasan ASEAN. “Kami berharap hasil evaluasi ini menjadi dasar kuat bagi pembukaan akses ekspor peoduk unggas Indonesia ke Timor Leste, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral antarnegara,” tambahnya.

Sementara itu, Mario Fransisco Amaral,Chief of Animal Quarantine Department, MALFF, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan memastikan kesesuaian dan penerapan biosecurity. “Kami melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) sesuai dengan penerapan dilapangan,” pungkasnya.

Mario menuturkan bahwa delegasi Timor-Leste juga menilai adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan pihak swasta dalam menjaga standar kesehatan hewan, termasuk pelaksanaan surveilans terhadap penyakit hewan. Ia menambahkan, hasil akhir dari penilaian tersebut akan dibahas secara internal sebelum disampaikan dalam bentuk rekomendasi resmi kepada Kementerian” tegasnya.

Mario menegaskan bahwa mayoritas pihak di Indonesia telah memenuhi standar yang ditetapkan. “Secara umum hasilnya positif, dan kami berharap kerja sama ini dapat terus memperkuat hubungan perdagangan serta integrasi ekonomi antara Timor Leste dan Indonesia di kawasan ASEAN,” katanya menutup.

Kemajuan sektor perunggasan Indonesia yang kini tak hanya mencukupi kebutuhan dalam negeri tapi juga diminati oleh negara lain menjadi landasan menuju lumbung pangan dunia 2045.

Berita Terkait

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian untuk Jawab Krisis Global

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian…

Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan…
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol…

Sidoarjo, — Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas…
Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi…

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengajak lulusan Institut Teknologi…