• September 28, 2025

Kementan Dorong Penyuluh dan Petani Jaga Keseimbangan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

Kementan Dorong Penyuluh dan Petani Jaga Keseimbangan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 31 yang digelar Jumat (26/09/2025).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya menjaga serapan gabah sesuai harga yang telah ditetapkan.

“Saya titip serapan gabah karena kalau serapan bermasalah, swasembada pangan juga bermasalah. Serapan gabah sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada pangan,” ujar Mentan Amran.

Sementara, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti menegaskan agar HPP GKP ditetapkan secara akurat dan mencerminkan kondisi pasar serta biaya produksi yang sebenarnya. Hal ini penting untuk memberikan gambaran yang jelas bagi petani dan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan usaha tani.

“Penyuluh harus secara rutin mengumpulkan data biaya produksi dan harga gabah di wilayah binaannya serta melaporkan kepada instansi terkait untuk membantu pemantauan dan pengambilan kebijakan yang tepat,” ujar Kabadan Santi.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh), I Gusti Made Ngurah Kuswandana yang menegaskan bahwa peran penyuluh adalah fondasi penting dalam keberhasilan program pangan nasional.

“Keberhasilan swasembada pangan tidak terlepas dari peran bersama khususnya penyuluh pertanian,” ungkap Made.

Acara MSPP yang diikuti hampir seribu orang peserta terdiri dari penyuluh dan petani ini menghadirkan narasumber utama dari Badan Pangan Nasional (BPN), Jan Pieter Sinaga. Pada acara tersebut Jan Pieter memaparkan bahwa Pemerintah menekankan bahwa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen ditetapkan Rp6.500 per kilogram sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2025.

“Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan insentif yang lebih baik bagi petani, sekaligus memastikan stabilitas harga pangan nasional,” ucapnya.

Selain beras dan gabah, acara MSPP juga menyoroti kebijakan jagung sebagaimana diatur dalam Inpres No. 10 Tahun 2025. Dimana, Pemerintah telah menargetkan penyerapan satu juta ton dengan harga pembelian Rp5.500 per kilogram dengan kadar air 18–20% atau Rp6.400 per kilogram untuk jagung pipilan kering di gudang Bulog.

Program ini difokuskan untuk mendukung peternak kecil dan UMKM, terutama peternak ayam petelur, melalui distribusi berbasis koperasi dan asosiasi. Sehingga pentingnya kolaborasi semua pihak mulai dari pemerintah, Bulog, petani, dan penyuluh dalam menjaga stabilitas pangan, jelasnya.

Dengan kebijakan harga yang jelas dan dukungan penyuluh di lapangan, serta komitmen pemerintah pusat diharapkan harga pangan tetap terkendali, petani sejahtera, dan masyarakat terlindungi dari gejolak harga, imbuhnya. (AL/NF)

Berita Terkait

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan…

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis…
Kementan Targetkan Indonesia Jadi Raja Ekspor Komoditas Hortikultura Dunia dalam 10 Tahun, Nusa Horti Jadi Gerbang Menuju Pasar Global

Kementan Targetkan Indonesia Jadi Raja Ekspor Komoditas Hortikultura…

Tangerang, 12 Juni 2026 – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia menjadi eksportir…
Petani Papua Barat Daya Dukung Program Cetak Sawah, Minta Jangkauan Program Diperluas

Petani Papua Barat Daya Dukung Program Cetak Sawah,…

Jakarta — Petani Papua Barat Daya menyatakan dukungannya terhadap program cetak sawah…