• September 2, 2025

Kementan Minta Penyuluh Bijak Respon Pemberitaan dan Dukung Konten Positif Pertanian

Kementan Minta Penyuluh Bijak Respon Pemberitaan dan Dukung Konten Positif Pertanian

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan petani. Tidak hanya mendampingi di lapangan, penyuluh juga diharapkan mampu menjadi corong informasi yang menyejukkan dan mencerahkan. Kementan meminta para penyuluh untuk bersikap bijak dalam merespons berbagai pemberitaan, terutama yang berkembang di media sosial. Penyuluh diimbau tidak mudah terpengaruh isu negatif maupun informasi yang belum terverifikasi.

Penyuluh harus mendukung dan memperkuat konten positif. Jangan ragu untuk melakukan Like, Comment, Share (LCS) terhadap informasi yang benar, agar jangkauan pesan yang baik semakin luas. Penyuluh juga diharapkan berperan aktif membuat konten langsung dari lapangan yang mencerminkan kerja nyata pertanian Indonesia, sehingga dapat meluruskan persepsi publik dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan kembali komitmen Kementerian Pertanian dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Menyikapi gemparnya isu harga beras dan berbagai konten di ruang publik yang sering kali memframing upaya pemerintah.

Menurutnya, penyuluh harus tampil di garda terdepan sebagai jembatan informasi yang sehat, akurat, dan menenangkan masyarakat.

“Saya memahami keresahan yang muncul di tengah masyarakat dan para penyuluh terkait isu harga beras. Namun perlu ditegaskan, Kementerian Pertanian terus bekerja keras memastikan produksi pangan tetap terjaga dan kesejahteraan petani menjadi prioritas utama”, ucap Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan peran penyuluh sebagai penggerak komunikasi publik di era derasnya arus informasi digital.

“Penyuluh adalah agen perubahan yang harus bijak memilah informasi, menyebarkan optimisme, serta menunjukkan bukti nyata keberhasilan pertanian. Dukung konten baik, lakukan penderasan, dan jangan biarkan pertanian hanya dipandang dari sisi negatif,” ujar Kabadan Santi.

Sedangkan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Tedy Dirhamsyah menyampaikan bahwa kegiatan komunikasi melalui Live, LCS maupun konten langsung di lapangan merupakan bentuk nyata kontribusi penyuluh dalam memperkuat citra pertanian Indonesia.

“Kita tidak bisa membiarkan rumor menutupi kerja keras petani dan penyuluh di lapangan. LCS dan konten kreatif dari penyuluh adalah senjata penting untuk mengimbangi isu-isu miring. Dengan informasi yang terderaskan, masyarakat bisa melihat langsung bahwa pertanian kita terus berproduksi dan petani kita berjuang dengan gigih,” tegas Tedy.

Pada Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 28 dengan tema “Strategi Penderasan Informasi dalam Pembangunan Pertanian”, yang dilaksanakan Jum’at (29/08/2025) menghadirkan narasumber
Ketua Kelompok Strategi Komunikasi dan Isu, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Setjen Kementan, Wahyu Indarto.

Dalam kesempatan tersebut Wahyu menyampaikan pentingnya strategi komunikasi yang tepat dalam menghadapi isu publik. Di era digital, isu bisa berkembang cepat. Karena itu, jangan biarkan ruang publik dikuasai informasi yang tidak benar. Sehingga peran Penyuluh Pertanian kini menjadi Duta Informasi yang harus hadir dengan data, fakta, dan cerita nyata dari lapangan.

Menurutnya, penderasan informasi harus dilakukan secara masif, konsisten, dan adaptif dengan memanfaatkan berbagai kanal, termasuk media sosial. Konten-konten positif tentang keberhasilan petani, inovasi teknologi, hingga kebijakan Kementerian Pertanian perlu diperkuat agar tidak tenggelam oleh isu negatif, ucapnya.

Pada sesi diskusi, berbagai pandangan disampaikan oleh para penyuluh pertanian menekankan bahwa penyuluh adalah duta informasi di lapangan. Sehingga pentingnya peran Kementan dalam mengatur harga komoditas dan mengingatkan agar koordinasi dengan Badan Pangan Nasional tidak terpisah.

Menurut Sudarwanto, penyuluh pertanian mengatakan bahwa pangan merupakan produk langsung dari sektor pertanian, sehingga penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) memberikan manfaat bagi petani.

Sudarwanto menambahkan bahwa fokus utama Kementan selama ini adalah peningkatan produksi, namun di sisi lain penyuluh sering dianggap serba bisa oleh petani sehingga diperlukan dukungan lebih agar peran tersebut dapat berjalan optimal.

Melalui MSPP, Kementan menegaskan bahwa penyuluh tidak hanya berfungsi sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai agen komunikasi strategis yang menyampaikan informasi benar. Sehingga sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dapat menjaga stabilitas pangan nasional di tengah derasnya arus rumor dan opini publik yang tidak selalu berpihak. (FB/NF)

Berita Terkait

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian untuk Jawab Krisis Global

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian…

Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan…
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol…

Sidoarjo, — Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas…
Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi…

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengajak lulusan Institut Teknologi…