• Juni 22, 2025

Dorong Penyuluh Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Gaspol Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2025

Dorong Penyuluh Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Gaspol Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2025

PURWOKERTO – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) mengadakan Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluhan Pertanian guna mempercepat swasembada pangan. Sosialisasi kali ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Sudirman, Sabtu (21/06/2025).

Kegiatan ini menghadirkan 200 orang penyuluh pertanian yang berasal dari Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas, serta dihadiri oleh Ketua Perhiptani Provinsi Jawa Tengah.

Diberbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh ASN penyuluh pertanian yang sebelumnya berada di bawah Pemerintah Daerah harus dialihkan ke Kementerian Pertanian dalam waktu satu tahun sejak Inpres terbit. Hal ini bertujuan memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas layanan penyuluhan di lapangan.

“Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan, jika ingin sukses swasembada, maka penyuluh harus diperkuat, diberdayakan, dan dikawal dengan baik”, tegas Mentan Amran.

Sementara, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa penyuluh pertanian memegang peran vital dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Kabadan menegaskan pentingnya penyamaan komitmen dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai tujuan tersebut.

“Penyuluh harus bergerak dalam satu irama dan satu komando guna mempercepat pencapaian swasembada pangan”, tegas Kabadan Santi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Tedy Dirhamsyah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Jaka Budi Santosa dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Sudirman, Sakhidin.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Tedy Dirhamsyah menyampaikan setelah terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2025, maka penyuluh pertanian harus melakukan optimalisasi dalam pendampingan program prioritas Kementan. Diantaranya melalui Luas Tambah Tanam Reguler, OPLAH, Cetak Sawah Rakyat, Luas Tanam Padi di Lahan Kering, Brigade Pangan and Koperasi Desa Merah Putih.

Tedy menambahkan, bahwa dalam pengalihan penyuluh pertanian ini bersifat mandatori sehingga seluruh penyuluh pertanian wajib beralih ke Pusat. Untuk kedepannya, proses penetapan penyuluh ASN menjadi jabatan fungsional tertutup dan hanya ada di Kementerian Pertanian, ujar Tedy.

“Kepada seluruh Bupati dan Walikota, sudah diinstruksikan agar menjaga dan menjamin fungsi, pemanfaatan, dan pemeliharaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), hal ini berarti BPP tidak boleh dialihfungsikan ini merupakan aset dari kegiatan BPP untuk penyuluh pertanian”, tambah Tedy.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jaka Budi Santosa memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang hadir pada acara sosialisasi ini. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para penyuluh dapat informasi yang lebih jelas tentang pengalihan penyuluh pertanian ke pusat dan segera adanya kejelasan pegalihan penyuluh pertanian secara resmi ke Kementan, ucapnya.

Sakhidin juga menyampaikan hal yang sama, bahwa sosalisasi ini untuk memberikan pemahaman yang sama kepada semua pihak terkait mengenai pengalihan status penyuluh pertanian dari pemerintah daerah ke Kementan, sesuai dengan ketentuan Inpres Nomor 3 Tahun 2025 sehingga penyuluh pertanian dapat berdaya saing.

Sakhidin juga menginformasikan bahwa Universitas Jenderal Sudirman memiliki program Paca Sarjana untuk Pertanian sehingga para penyuluh pertanian yang ingin melanjutkan sekolah bisa mendaftar ke kami ungkapnya.

Terakhir, Tedy memotivasi para penyuluh pertanian agar selalu tidak putus asa dalam menjalankan penyuluhan ke wilayah binaannya masing-masing. Dirinya mencontohkan filosofi dari beberapa tokoh, seperti Thomas Alfa Edison yang beberapa kali gagal dalam menciptakan bola lampu
Selain juga kisah sukses petani milenial lulusan UGM yang meraup untung Rp70 juta rupiah dalam sekali petik komoditas cabe, tutup Tedy. (NS/NF)

Berita Terkait

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian untuk Jawab Krisis Global

Mentan Amran Dukung Mahasiswa Perkuat Kontribusi Riset Pertanian…

Surabaya — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan…
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol…

Sidoarjo, — Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas…
Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Jadi Penggerak Inovasi…

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengajak lulusan Institut Teknologi…